Berita  

Konser di GOR Biduk Kajang OKI Tuai Keluhan, Tiket Mahal hingga Awak Media Dipersoalkan

PUKANEWS.COM, KAYUAGUNG, OKI — Gelaran konser musik bertajuk Pesta Musik Istimewa Riang dan Gembira di GOR Biduk Kajang, Kayuagung, Kabupaten Ogan Komering Ilir (OKI), Minggu (13/9/2026) malam, dipadati ribuan penonton.

Namun, di balik antusiasme masyarakat menyaksikan penampilan sejumlah artis ibu kota, konser tersebut justru menuai keluhan dari sejumlah penonton, termasuk awak media yang hendak melakukan peliputan.

Keluhan terutama menyangkut harga tiket, pelayanan petugas di pintu masuk, hingga kondisi penonton yang disebut berdesakan tanpa pengaturan yang dinilai memadai.

Sejumlah masyarakat mengaku harus merogoh kocek sekitar Rp100 ribu hingga Rp200 ribu untuk mendapatkan tiket. Bahkan, menurut keluhan penonton, anak-anak termasuk yang masih balita tetap dikenakan harga tiket sebagaimana penonton dewasa tanpa adanya potongan.

“Sudah bayar mahal, tetapi pelayanannya kurang. Petugas tiket juga dinilai tidak ramah,” keluh salah seorang penonton.

Kekecewaan semakin terasa ketika penonton mulai memadati area konser. Massa yang datang sejak siang demi mendapatkan hiburan harus berdesakan dan berhimpitan di tengah kepadatan penonton.

Padahal, konser yang menghadirkan NDX AKA, Enau, Kopral Jono dan sejumlah artis lainnya tersebut memang telah lama dinantikan masyarakat. Hiburan musik dengan menghadirkan artis nasional seperti ini dinilai relatif jarang digelar di Kabupaten OKI.

Antusiasme masyarakat pun terlihat dari ribuan orang yang memadati lokasi. GOR Biduk Kajang dan area sekitarnya tampak dipenuhi lautan penonton.

Namun, tingginya antusiasme tersebut justru memunculkan pertanyaan mengenai kesiapan pelayanan dan pengelolaan penonton.

Awak Media Diminta Bayar Tiket?

Persoalan lain yang turut menjadi sorotan adalah akses awak media yang hendak melakukan peliputan.

Sejumlah awak media mengaku tidak dapat masuk ke area konser untuk menjalankan tugas jurnalistik apabila tidak memiliki tiket.

Kondisi tersebut tentu menjadi perhatian, mengingat kegiatan yang dihadiri ribuan masyarakat dan berlangsung di fasilitas olahraga tersebut memiliki nilai pemberitaan bagi publik.

Media pada prinsipnya membutuhkan akses untuk memperoleh informasi dan mendokumentasikan kegiatan secara langsung. Karena itu, persoalan akses peliputan tersebut menjadi salah satu hal yang patut dijelaskan oleh pihak penyelenggara.

Kominfo OKI: Hanya Menyediakan Lokasi

Sementara itu, Kepala Dinas Komunikasi dan Informatika (Kominfo) Kabupaten OKI, Adiyanto, ketika dikonfirmasi wartawan mengatakan pihaknya tidak mengetahui secara pasti mengenai penyelenggara konser tersebut.

Menurutnya, pihak pemerintah daerah dalam kegiatan tersebut hanya menyediakan lokasi.

“Kami tidak mengetahui secara pasti itu konser siapa. Kami hanya menyediakan lokasi,” ujar Adiyanto.

Pernyataan tersebut sekaligus menunjukkan bahwa pihak penyelenggara menjadi pihak yang paling tepat untuk memberikan penjelasan mengenai harga tiket, mekanisme pelayanan penonton, pengaturan massa, serta kebijakan akses bagi awak media.

Hingga berita ini ditayangkan, pihak penyelenggara belum berhasil dikonfirmasi terkait berbagai keluhan tersebut.

Meski demikian, keluhan masyarakat tersebut diharapkan dapat menjadi bahan evaluasi. Sebab, tingginya minat masyarakat terhadap konser musik semestinya diimbangi dengan pelayanan yang baik, pengaturan penonton yang aman, serta akses informasi yang terbuka.

Terlebih, kegiatan yang menghadirkan ribuan orang membutuhkan manajemen acara yang matang agar hiburan tidak berubah menjadi pengalaman yang mengecewakan bagi masyarakat yang telah mengeluarkan biaya untuk menonton.

Hingga berita ini diterbitkan, pihak penyelenggara masih memiliki ruang untuk memberikan klarifikasi dan hak jawab atas berbagai keluhan yang disampaikan masyarakat.

Red

Exit mobile version