Pewarta: Imran Alwi. Fuad
PUKANEWS.COM, FAKFAK – Kebakaran hutan dan lahan (karhutla) di wilayah Distrik Bomberai, Kabupaten Fakfak, Papua Barat, dilaporkan mulai mencapai areal perkebunan kelapa sawit di Kampung Tessa.
Informasi tersebut disampaikan warga kepada wartawan di Fakfak pada Sabtu (12/9/2026) malam. Warga menyebut kobaran api telah mencapai kawasan perkebunan sawit di wilayah Tessa.
“Ini barusan di sawit Tessa 2,” ujar Virma Putri, warga Bomberai, saat memberikan keterangan kepada wartawan, Sabtu malam.
Menurut Virma, kondisi angin di wilayah tersebut juga mulai cukup kencang. Kondisi itu dikhawatirkan dapat memengaruhi pergerakan api, meski perkembangan kebakaran masih dalam pemantauan.
“Untuk saat ini kondisi angin agak sedikit kencang,” katanya.
Sementara itu, warga lainnya, Rico, mengatakan penyebab pasti kebakaran hingga kini belum dapat dipastikan. Namun, ia menyebut kemarau panjang yang berlangsung sejak Juni menyebabkan vegetasi di sejumlah wilayah Bomberai mengalami kekeringan.
“Memang ini penyebabnya belum bisa dipastikan, tapi memang berfaktor pada dampak musim kemarau panjang,” ujar Rico saat dihubungi media ini.
Ia menjelaskan, sejak Juni kondisi wilayah mulai mengalami kekeringan. Pepohonan, alang-alang hingga rerumputan mulai mengering sehingga kondisi tersebut dinilai membuat kawasan lebih mudah terbakar.
Menurut Rico, sejak Juli mulai terlihat sejumlah titik api yang kemudian semakin banyak dan membesar.
“Tepatnya di bulan Juli itu sudah mulai titik-titik api mulai membesar, sudah mulai banyak dan sudah mulai membesar,” ujarnya.
Ia mengatakan titik api tidak hanya ditemukan di wilayah Bomberai. Sejumlah wilayah lain, termasuk Tomage dan distrik tetangga, juga dilaporkan mengalami kemunculan titik api.
Hingga berita ini diterbitkan, belum diketahui secara pasti luas areal perkebunan sawit yang terdampak maupun penyebab kebakaran. Informasi terkait langkah penanganan dan kondisi terkini dari pihak berwenang juga masih dalam pemantauan.
Media ini terus memantau perkembangan karhutla di Distrik Bomberai, khususnya setelah api dilaporkan mulai mencapai areal perkebunan kelapa sawit di Kampung Tessa. (*)
