Berita  

Profil Prof. Dr. Darmoko, S.S., M. Hum, Dikukuhkan Jadi Guru Besar Bidang Ilmu Kepakaran Filologi Sastra Jawa Kuno Fakultas Ilmu Budaya UI

PukaNews.com, Depok – Universitas Indonesia Pada Sabtu, 9 Mei 2026 menyelenggarakan Pengukuhan Guru Besar Tetap dalam Ranting Ilmu Filologi Sastra Jawa Kuno kepada Prof. Dr. Darmoko, S.S., M.Hum.

Prof. Dr. Darmoko, S.S., M.Hum. adalah akademisi senior yang telah lama berkecimpung dalam bidang Tekstologi Jawa.

Pengukuhannya sebagai Guru Besar dalam ranting ilmu/kepakaran Filologi Sastra Jawa Kuno pada hari Sabtu, 9 Mei 2026 berdasarkan Petikan Keputusan Menteri Pendidikan Tinggi, Sains, dan Teknologi Republik Indonesia tertanggal 1 Desember 2025, nomor: 44545/M/KPT.KP/2025 Tentang Kenaikan Jabatan Akademik/ Fungsional Dosen.

Sepanjang karier akademiknya di Universitas Indonesia, Prof. Darmoko telah menunjukkan kepemimpinan yang kuat dengan mengemban jabatan strategis sebagai Koordinator Program Studi Sastra Jawa (2004 -2008, 2008 – 2012) hingga Ketua Program Studi Magister Asia Tenggara FIB UI (2018 – 2022).

Dedikasi beliau yang luar biasa diakui melalui pencapaian sebagai Pengabdi Terbaik Rumpun Sosial Humaniora FIB UI tahun 2024, di samping kontribusi ilmiah terkininya pada jurnal internasional bereputasi seperti “Narrative Strategy and the Ethics of Power in the Kresna Duta Play: A Review of Surakarta Style Wayang Wong Performing Arts (Indonesia) pada Pertanika Journal of Social Sciences and Humanities (2025), dan “Wayang Kulit Performance on YouTube: Tradition and Innovation in a Competitive Virtual Environment” pada Asian Theatre Journal (2025), dan “Narrative Strategy of Myth and Power in the Play Dimadine Jeneng Dina Jawa” pada Humanities, Arts, Social Sciences Studies (HASSS) Journal (2025).

Di luar kampus, kepakaran beliau dipercaya untuk menjabat sebagai Ketua Bidang Litbang Sekretariat Nasional Pewayangan Indonesia (Senawangi) serta menjadi narasumber penting dalam penominasian Arsip Diaspora Orang Jawa di Suriname ke dalam Memory of the World UNESCO tahun 2025.

Pengukuhan sebagai Guru Besar merupakan awal dari perjalanan baru Prof. Dr. Darmoko, S.S., M.Hum. yang secara konsisten memadukan keahlian manajerial, pengabdian masyarakat di berbagai daerah, dan komitmen menjaga keberlangsungan budaya Nusantara.

Diketahui, Beliau menyumbangkan tenaga dan pikiran untuk kemajuan bidang Filologi Sastra Jawa Kuno di Indonesia yang salah satunya dituangkan dalam pemikiran dan kajian “Tekstologi Jawa: Resepsi, Transformasi, dan Alih Wahana.”

Tekstologi yakni ilmu yang mengkaji sejarah dan isi teks-teks kuno, berfokus pada perubahan, penurunan, dan rekonstruksi teks agar mendekati bentuk aslinya, serta menganalisis makna, gagasan, dan nilai budaya di dalamnya.

Kedudukan tekstologi dalam filologi yakni sebagai cabang ilmu yang mengkhususkan diri pada kajian isi teks, di samping kodikologi yang berfokus pada fisik naskah untuk memahami bagaimana naskah dibuat, dari mana asal naskah, berapa usia naskah, bahan apa yang digunakan, bagaimana teknik penulisan pada naskah, hiasan pada naskah, hingga kerusakan pada naskah, sehingga dapat melengkapi studi filologi.

Dalam tekstologi, sejarah teks dikaji terkait perubahan dan penurunan dari waktu ke waktu; ide, gagasan, norma, dan pemikiran masyarakat masa lalu yang terkandung di dalamnya; dan identifikasi kesalahan penyalinan serta pengaruhnya terhadap teks.

Tekstologi diharapkan mampu menghasilkan edisi teks yang baik dan akurat serta pemahaman dan rekonstruksi sejarah isi teks dari naskah kuno untuk dipahami generasi masa kini.

Di dalam perkembangan studi Jawa, tekstologi menunjukkan kemajuan cukup berarti dengan munculnya sejumlah penelitian bukan hanya berorientasi pada kajian kefilologian secara ‘klasik konvensional’ dan jangkauan korpus data ‘kekunoan’, namun juga kajian-kajian ke arah ‘kesastraan’ yang bersifat ‘kontemporer’ dengan menyertakan benang merah metode, pendekatan, konsep, perspektif, dan kerangka teori yang dibingkai ke dalam resepsi, transformasi, dan alih wahana.

khususnya kemonogenesisan sebagai hipotesis bahwa budaya di dua atau sejumlah wilayah berasal dari satu sumber induk tunggal, yakni mono yang berarti satu dan genesis yang berarti kelahiran atau asal, yang menunjukkan bahwa keragaman di kedua atau sejumlah budaya wilayah berevolusi dan diturunkan dari budaya yang sama.

Tekstologi, sebagai ilmu yang mempelajari sejarah, otentisitas, dan varian teks, berperan krusial dalam pembangunan karakter bangsa melalui pelestarian nilai luhur, penanaman empati, dan penguatan identitas budaya.

Dengan mengkaji dan menyajikan teks sastra secara akurat, tekstologi memfasilitasi internalisasi moral, sejarah, dan kearifan lokal yang membentuk kepribadian bangsa yang beradab dan berkarakter.

Tekstologi pun memiliki peran strategis dalam pembangunan karakter yakni pelestarian nilai-nilai luhur dan kearifan lokal melalui edisi kritis teks-teks kuno, serta menyelamatkannya dari kepunahan.

Secara lengkap pidato pengukuhan guru besar dapat anda baca di: https://uipublishing.digital/books/hbfl/

Muhammad Ichsan

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *