Hari Guru Nasional (HGN) yang jatuh pada tanggal 25 November diperingati sebagai bentuk penghargaan kepada para guru atas jasa dan perannya sebagai garda terdepan mendidik generasi penerus bangsa.
Peringatan HGN tahun 2023 bertema “Bergerak Bersama Rayakan Merdeka Belajar”. Tema ini sejalan dengan upaya pemerintah untuk meningkatkan kualitas pendidikan di Indonesia melalui program Merdeka Belajar.
Berdasarkan data dari Kementerian Pendidikan, Kebudayaan, Riset, dan Teknologi (Kemendikbudristek), jumlah guru di Indonesia pada tahun 2023 mencapai 3,36 juta orang pada semester ganjil tahun ajaran (TA) 2023/2024.
Dari jumlah tersebut, mayoritas guru mengajar di tingkat Sekolah Dasar (SD), yaitu sebanyak 1,47 juta orang atau menyumbang 43,89% dari keseluruhan guru di Tanah Air.
Terbanyak kedua guru yang mengajar di Sekolah Menengah Pertama (SMP), yaitu mencapai 673,3 ribu orang pada TA 2023/24. Jumlahnya berkontribusi sekitar 20% dari jumlah pengajar di periode ini.
Berikutnya, ada guru yang mengajar untuk Sekolah Menengah Akhir (SMA) sebanyak 339,3 ribu orang dan Sekolah Menengah Kejuruan (SMK) 324,6 ribu orang. Keduanya menyumbang sekitar 10%-an dari total guru di Indonesia.
Sementara untuk guru yang mengajar di tingkat pendidikan yang lebih rendah, seperti Taman Kanak-kanak (TK), Kelompok Bermain (KB), serta Satuan PAUD Sejenis (SPS) memiliki jumlah yang lebih sedikit, seperti terlampir pada grafik.
Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan (Kemenkdibud) melaporkan, lebih dari setengah guru di Indonesia merupakan Pegawai Negeri Sipil (PNS). Sebanyak 1.520.354 orang atau 52% dari total guru di Indonesia berstatus PNS.
Kendati demikian, masih terdapat 48% guru yang bukan merupakan PNS sehingga pemerintah perlu memerhatikan kesejahteraannya. Sebanyak 704.503 orang merupakan guru honor sekolah.
Jumlah guru honorer tersebut setara dengan 24% dari total guru di Indonesia. kemudian, sebanyak 401.182 orang merupakan guru tetap yayasan (GTY).
Adapaun sebanyak 141.724 orang merupakan guru tidak tetap (GTT) kabupaten/kota. Kemendikbud juga melaporkan sebanyak 13.328 berstatus GTT provinsi. Terakhir, sebanyak 3.770 orang berstatus guru bantu pusat.
Selain kesejahteraan, tantangan lain yang dihadapi oleh guru adalah pandemi COVID-19. Meski pandemi di Indonesia sudah berakhir pada tahun 2022, namun pandemi telah memaksa guru untuk beradaptasi dengan pembelajaran daring. Hal ini tentu membutuhkan kesiapan dan keterampilan yang memadai dari para guru.
Meskipun menghadapi berbagai tantangan, para guru tetap bersemangat dalam menjalankan tugasnya. Mereka terus berupaya untuk memberikan pendidikan yang terbaik bagi para murid. Hal ini terlihat dari berbagai inovasi pembelajaran yang telah dilakukan oleh para guru, baik dalam pembelajaran tatap muka maupun daring.
Pada kesempatan HGN 2023, mari kita bersama-sama memberikan apresiasi kepada para guru atas jasa dan perannya. Kita juga perlu berkomitmen untuk meningkatkan kualitas pendidikan di Indonesia, salah satunya dengan memberikan kesejahteraan yang layak bagi para guru.
Berikut adalah beberapa hal yang dapat kita lakukan untuk meningkatkan kualitas pendidikan di Indonesia:
- Meningkatkan kesejahteraan guru
Pemerintah perlu meningkatkan kesejahteraan guru, baik secara finansial maupun non-finansial. Guru perlu mendapatkan gaji yang layak, jaminan kesehatan, dan jaminan pensiun. Selain itu, guru juga perlu mendapatkan penghargaan atas jasa dan pengabdiannya. - Meningkatkan kualitas pendidikan guru
Guru perlu mendapatkan pendidikan dan pelatihan yang berkualitas. Hal ini bertujuan untuk meningkatkan kompetensi dan keterampilan guru dalam mengajar. Pemerintah perlu menyediakan program-program pendidikan dan pelatihan yang relevan bagi para guru. - Meningkatkan sarana dan prasarana pendidikan
Sarana dan prasarana pendidikan yang memadai akan mendukung proses pembelajaran. Pemerintah perlu menyediakan sarana dan prasarana pendidikan yang memadai, baik di sekolah maupun di rumah. - Meningkatkan peran masyarakat
Masyarakat perlu berperan aktif dalam pendidikan. Masyarakat dapat mendukung pendidikan dengan memberikan dukungan moral, finansial, dan tenaga. Selain itu, masyarakat juga dapat berperan dalam mengawasi pelaksanaan pendidikan.
Mari kita bersama-sama berkomitmen untuk meningkatkan kualitas pendidikan di Indonesia. Dengan demikian, kita dapat menciptakan generasi penerus bangsa yang berkualitas dan berkarakter.
(dhi)













