Pukanews.com, Ogan Ilir – Usai diinstruksikan oleh Kapolda Sumsel untuk membasmi tindakan Ilegal Drilling (minyak ilegal) di wilayah hukum Sumsel, secara tersembunyi Gudang Bahan Bakar Minyak (BBM) ilegal di dekat Stasiun Kereta Api (KA) Universitas Sriwijaya (UNSRI) justru masih saja operasi.
Keberanian beroperasi karena diduga kuat ada oknum anggota polisi yang menanam saham dalam Ilegal Drilling tersebut, sehingga terkesan kebal hukum.
“Masih pak beraktivitas, tapi memang sejak diberitakan kemarin gudang itu sudah sangat hati-hati masuk dan mengeluarkan minyaknya,” ujar Pen, salah satu warga sekitar.
Aktivitas minyak ilegal yang terletak di Desa Pering Kecamatan Indralaya Utara, Kabupaten Ogan Ilir ini pada malam hari hingga dini hari.
“Saya rasa tahu pihak Polres, tapi terkesan tutup mata, apakah karena anggotanya tadi yang bermain atau ingin cash bon pihak Polres menerima jatah. Yang pasti gudang minyak ini masih beraktivitas,” terangnya.
Berdasarkan informasi yang berhasil dihimpun, di dalam gudang yang dikelilingi seng tersebut, terdapat tedmon segi empat yang jumlahnya puluhan dan beberapa tanki penampungan minyak ilegal tersebut.
Warga lain juga memberi tahu kepada pihak media, jika ingin mengetahui lebih rinci, ia menyuruh datang ke dekat Stasiun KA UNSRI Indralaya dan juga berada di eks rumah makan Lio Raje depan Kantor Samsat Ogan Ilir.
Lanjutnya, ia mengatakan mirisnya lagi lokasi gudang ini hanya lebih kurang 10 meter dari Jalan Lintas Palembang-Prabumilih atau hanya berjarak lebih kurang 1 KM dari Mapolres Ogan Ilir.
Saat dikonfirmasi melalui aplikasi WhatsApp, pihak kepolisian Polres Ogan Ilir, yakni Satreskrim dan Satreskrimsus Ogan Ilir tidak memberikan keterangan apapun terkait hal tersebut.(nandoenk)













