PUKANEWS.COM, FAKFAK — Keterbatasan akses dan layanan kesehatan masih menjadi persoalan serius yang dihadapi masyarakat di wilayah pelosok Kabupaten Fakfak, Papua Barat. Salah satunya dirasakan warga Kampung Otoweri, Distrik Tomage, yang berbatasan langsung dengan Kabupaten Teluk Bintuni.
Kampung Otoweri yang berada di daerah terpencil ini memiliki fasilitas kesehatan permanen berupa Pustu (Puskesmas Pembantu) atau Poskesdes. Namun, mirisnya, fasilitas tersebut dilaporkan sudah empat tahun terakhir tidak memiliki tenaga kesehatan (nakes) yang ditempatkan secara menetap.

Kondisi ini menyebabkan masyarakat Kampung Otoweri tidak dapat memperoleh layanan kesehatan dasar secara optimal di fasilitas yang seharusnya mereka miliki. Untuk mendapatkan layanan kesehatan yang layak, warga harus menempuh perjalanan yang sulit menuju fasilitas kesehatan di tingkat Distrik, yang memerlukan akses dan transportasi tidak mudah.
Keresahan ini disampaikan langsung oleh seorang warga Otoweri dalam pertemuan bersama Bupati Fakfak, Samaun Dahlan, dan Wakil Bupati Donatus Nimbitkendik, pekan lalu. Pertemuan tersebut berlangsung di Kantor Distrik Tomage, yang awalnya membahas rencana pembangunan perkebunan jagung dan tebu. Namun, warga memanfaatkan momen itu untuk menyampaikan aspirasi terkait kebutuhan dasar mereka akan kesehatan.
“Pustu ada, tapi sudah empat tahun tidak ada petugas kesehatan. Kalau boleh dinas ada petugas kesehatan,” ujar warga tersebut menyampaikan keluhannya kepada Bupati dan Wakil Bupati.
“Jadi kami minta kepada Bapak berdua, kalau boleh Dinas Kesehatan tempatkan petugas di sana.”
Warga Kampung Otoweri menaruh harapan besar kepada kepemimpinan Bupati Samaun Dahlan dan Wakil Bupati Donatus Nimbitkendik, terlebih setelah melihat adanya prioritas pembangunan di bidang kesehatan yang digencarkan saat ini.
Kondisi fasilitas kesehatan yang tidak terisi nakes selama bertahun-tahun di kampung terpencil seperti Otoweri ini memang kerap menimbulkan pertanyaan di kalangan masyarakat mengenai penempatan dan pemerataan tenaga kesehatan oleh instansi terkait.
Kepala Dinas Kesehatan Kabupaten Fakfak, Dr. Maulana Patiran, hendak dimintai tanggapannya terkait persoalan di Kampung Otoweri ini oleh awak media pada Jumat (25/04/2025) pagi sekitar pukul 10.00 WIT. Namun, informasi yang diperoleh dari salah seorang pegawai Dinas Kesehatan menyebutkan bahwa Kepala Dinas sedang mengikuti rapat di kantor Bupati Fakfak dan belum berhasil ditemui.
Masyarakat Kampung Otoweri kini menanti tindak lanjut dari pemerintah daerah agar fasilitas kesehatan yang ada di kampung mereka segera diisi oleh tenaga kesehatan, sehingga mereka bisa mendapatkan pelayanan kesehatan yang layak dan tidak lagi terkendala akses yang sulit.
Reporter : Jefri Bernardus













