PUKANEWS.COM, SIMALUNGUN – Warga Huta Anggrek, Nagori Siantar Estate, Kecamatan Siantar, Kabupaten Simalungun, Sumatra Utara, mengeluhkan dampak pembangunan jalan yang melintasi kawasan Jalan Naga Bonar. Pengerjaan proyek tersebut dinilai kurang memperhatikan dampak lingkungan sekitar sehingga memicu polusi debu yang pekat.
Salah seorang warga setempat, Abah Untung (65), yang kediamannya persis berada di lokasi proyek, menyatakan keprihatinannya. Menurutnya, pihak pekerja terkesan abai terhadap abu yang beterbangan pasca-pengerjaan jalan tersebut.
“Pekerja proyek seperti tega membiarkan sisa pengerjaan ini berdebu. Akibat polusi abu yang tebal ini, anak-anak kecil di sekitar sini sekarang mulai mengalami batuk-batuk,” ujar Abah Untung saat memberikan keterangan kepada awak media, Senin (20/7/2026).

Keluhan senada juga disampaikan oleh Ketua Kenaziran Masjid At-Taqwa Siantar Estate, Mahmud Efendi. Ia meminta agar pimpinan desa setempat tidak menutup mata terhadap persoalan lingkungan yang mengganggu kenyamanan warga dan jemaah ini.
“Kami meminta kepada Pangulu Nagori (Kepala Desa) Siantar Estate agar segera turun tangan langsung melihat kondisi di lapangan. Proyek ini sudah mengakibatkan keresahan di tengah masyarakat karena dampak abunya,” tegas Mahmud.
Merespons keluhan tersebut, Tim Pengelola Kegiatan (TPK) Nagori Siantar Estate, Yoga, menjelaskan bahwa proses pengerjaan proyek jalan di lokasi tersebut sebenarnya sudah rampung secara fisik.
Namun, terkait dengan persoalan abu jalanan yang dikeluhkan oleh warga, Yoga memberikan tanggapan singkat dan menyatakan akan mencari solusi pembersihan. “Terkait masalah debu itu, nanti kita akan berkomunikasi dengan pihak Pemadam Kebakaran (untuk penyiraman),” kata Yoga.
Sementara itu, perwakilan tokoh masyarakat, Ringin Syahputra, menambahkan bahwa persoalan debu yang meresahkan warga ini sebenarnya telah masuk dalam pembahasan bersama pihak Maujana (Badan Permusyawaratan Desa) untuk dicarikan jalan keluar terbaik.
Guna meminta kejelasan lebih lanjut mengenai standar pengawasan proyek jalan tersebut, awak media sempat mendatangi Kantor Pangulu Nagori Siantar Estate untuk menemui Juliani Boru Saragih selaku Pangulu. Namun, hingga berita ini ditayangkan, Juliani belum berhasil ditemui di ruang kerjanya.
(Samhadi Purba)













