Reporter : Imran Alwi. Fuad
PUKANEWS.COM, Manokwari – Perjuangan Panjang Kakek Nurdin, Petani Salak Asal Papua Barat, Menuju Tanah Suci.
Setelah menanti hampir separuh abad, impian Nurdin M. Said (79), seorang petani salak sederhana asal Distrik Prafi, Kabupaten Manokwari, Papua Barat, akhirnya menjadi kenyataan. Pria kelahiran 15 Juli 1945 itu kini bersiap menunaikan ibadah haji ke Tanah Suci Mekkah.
Selama 44 tahun, Kakek Nurdin dengan sabar dan tekun menyisihkan hasil jerih payahnya di kebun salak demi mengumpulkan biaya haji. Di tengah keterbatasan ekonomi, ia tidak pernah surut semangat.
Baginya, berangkat ke Tanah Suci bukan sekadar impian pribadi, tetapi juga wujud keteguhan iman dan keyakinan bahwa usaha tak pernah mengkhianati hasil.
Kakek Nurdin dikenal sebagai sosok yang ulet di kalangan petani kecil. Sejak muda, ia mengawali karier sebagai tukang kayu sebelum akhirnya memutuskan beralih menjadi petani. Ia memilih menanam salak dan menjual hasil panennya di pasar tradisional. Meskipun harga salak kerap jatuh dan musim panen tak selalu bersahabat, Kakek Nurdin tak pernah berpaling ke pekerjaan lain. Kesetiaannya pada profesi ini mencerminkan keteguhan dan ketulusan dalam menjalani hidup sederhana namun bermakna.
“Saya mulai menabung kira-kira sejak tahun 1980 dan memutuskan mendaftar haji pada tahun 2016. Setiap kali panen, saya sisihkan sedikit, meskipun hanya Rp10.000. Yang penting saya terus menabung,” ujar Nurdin, Sabtu (17/5/25).
Di tengah kondisi ekonomi yang tidak menentu, ketekunan Nurdin menjadi simbol harapan. Dengan sabar mengelola kebun salaknya, ia akhirnya mampu memenuhi panggilan suci menuju Tanah Suci.
Nurdin, yang tergabung dalam Kloter 25, dijadwalkan berangkat ke Arab Saudi pada 19 Mei 2025. Ia adalah bagian dari rombongan jamaah haji reguler asal Kabupaten Manokwari, yang tahun ini memberangkatkan sebanyak 161 calon haji.
Pihak Kemenag Manokwari turut memberikan pendampingan intensif selama masa persiapan, termasuk pemeriksaan kesehatan dan pembinaan manasik, mengingat para jamaah ini tergolong dalam kategori lansia di Rombongan Kabupaten Manokwari.
Kepala Seksi Penyelenggaraan Haji dan Umrah Kemenag Manokwari, Abdul Safar Ollong, menyebut Nurdin sebagai sosok inspiratif.
“Ia membuktikan bahwa ibadah haji bukan hanya milik mereka yang berkecukupan. Ini adalah bukti nyata dari semangat, ketekunan, dan keikhlasan yang luar biasa,” ungkapnya.
“Semoga menjadi haji yang mabrur dan kembali ke Tanah Air dengan sehat dan selamat,” harap Nurdin.













