PUKANEWS.COM, BOKING — Suasana haru dan penuh makna menyelimuti Sekolah Menengah Teologi Kristen (SMTK) Abal Balat Baus di Desa Baus, Kecamatan Boking, Kabupaten Timor Tengah Selatan (TTS), Nusa Tenggara Timur (NTT), pada Jumat (9/5/2025). Sekolah tersebut menggelar acara pengumuman hasil asesmen kelulusan bagi 24 siswanya untuk tahun pelajaran 2024-2025.
Acara yang berlangsung di ruangan yang telah disiapkan pihak sekolah ini menandai berakhirnya masa studi 3 tahun bagi para siswa di SMTK swasta tersebut.
Kepala Sekolah SMTK Abal Balat Baus, Defrias Tamelan, S.E., dalam sambutannya menyampaikan bahwa hari pengumuman kelulusan ini adalah momen penting bagi para siswa setelah menempuh pendidikan selama tiga tahun. Ia pun mengucapkan selamat kepada seluruh siswa yang telah berhasil.

Namun, Defrias Tamelan dengan tegas menekankan bahwa kelulusan dari SMTK bukanlah akhir dari proses belajar. Ia justru mendorong keras para siswa, dan terpenting, para orang tua, untuk melanjutkan pendidikan ke jenjang yang lebih tinggi.
“Hari ini adalah hari yang bermakna untuk adik-adik yang sudah belajar selama 3 tahun. Hari ini adik-adik mendapatkan hasilnya, tentunya kita harus senang. Tapi saya minta adik-adik dan orang tua harus tahu bahwa ini bukan proses terakhir,” ujar Defrias Tamelan di hadapan siswa dan orang tua di SMTK yang beralamat di JL. AMSEKY RT.06 RW.02 Desa Baus tersebut.
Dengan penuh harap, ia secara khusus memohon kepada orang tua dari 24 siswa yang lulus tersebut agar menyekolahkan mereka ke jenjang berikutnya. “Tolong sekolahkan mereka karena mereka ini adalah generasi yang akan mengganti kami di masa depan,” tegasnya.
Defrias Tamelan bahkan mengungkapkan harapan spesifiknya. “Harapan saya, 24 anak murid yang kami lepaskan hari ini, mereka luar biasa dan mereka bisa jadi penolong. Tolong orang tua biayai mereka untuk mereka mendapatkan ilmu, agar 5 tahun ke depan bisa ada yang datang bantu kami dan pulang menjadi guru di sekolahnya ini,” harapnya, memotivasi agar para alumni bisa kembali berkontribusi bagi almamater dan daerahnya.
Ia berulang kali menekankan pentingnya pendidikan berkelanjutan. “Pendidikan bukan berakhir sudah, tapi pendidikan harus jalan terus. Mereka harus lanjut pendidikan ke perguruan tinggi, karena bapak mama, orang tua siswa, besok-besok kita sudah mati. Namun pendidikan ini harus berjalan terus, jadi kita harus siapkan mereka dari hari ini,” pesannya mendalam.
Tak hanya sekadar imbauan, Defrias Tamelan juga menawarkan solusi bagi orang tua yang mungkin menghadapi kesulitan biaya pendidikan. Ia menyebutkan adanya kerjasama dengan beberapa perguruan tinggi di Kupang.
“Para orang tua, kalau sulit dengan biaya pendidikan, Bapak Mama jangan ragu hubungi saya supaya bisa bantu mereka dengan beasiswa. Karena kami ada bekerja sama dengan beberapa perguruan tinggi di Kupang, jadi Bapak Mama jangan ragu kalau anak mau untuk sekolah, silakan kasi sekolah mereka ya,” janji Defrias Tamelan, memberikan harapan dan dukungan konkret bagi masa depan siswanya.
Dalam kesempatan yang sama, salah seorang siswa perwakilan, Trivena Kotto, menyampaikan rasa terima kasih para siswa kepada guru-guru mereka melalui sebuah bait puisi yang mengharukan. Puisi tersebut menggambarkan perjuangan awal belajar yang sulit, namun berkat kesabaran dan bimbingan para guru, semua menjadi mudah. Ia juga menyoroti peran guru yang selalu menyemangati dan membuka gerbang semangat meski siswa pernah putus asa.
Pengumuman kelulusan ini tidak hanya menjadi akhir dari satu fase pendidikan bagi para siswa SMTK Abal Balat Baus, tetapi juga menjadi awal dorongan kuat dari pihak sekolah untuk mereka terus menimba ilmu demi masa depan pribadi dan kemajuan daerah Boking, TTS.
Guru wali kelas XII, Toni Tefa, SPd menyampaikan bahwa Siswa/i kelas XII hari ini akan menerima amplop kelulusan adalah anak-anak yang memiliki kemampuan dan kreativitasnya masing-masing Untuk itu besar harapan dari saya adalah diharapkan kepada semua orangtua siswa untuk anak-anak tersebut bisa lanjut ke jenjang Perguruan Tinggi dan bisa berhasil kedepannya.
Satu kata penutup saya adalah Apalah artinya kekayaan materi kalau kita miskin ilmu dan pengetahuan.tutupnya.
Reporter : Jitron













