PUKA NEWS, PAPUA BARAT – Kapolsek Bomberay. Aldin La Adi, S H,memfasilitasi proses mediasi antara dua pihak keluarga di Distrik Bombray yang telah lama berselisih terkait pembagian hasil plasma dan Koperasi Moor Oper Jaya. Mediasi ini dilaksanakan sebagai tindaka lanjut dari arahan Bupati Fakfak, guna meredam potensi konflik sosial dan mengedepankan penyelesaian secara kekeluargaan.
Dalam keterangan kepada Awak media. Kapolsek Aldin menjelaskan bahwa konflik ini bersifat internal keluarga dan telah berlangsung cukup lama Tampa titik temu.

“Pertemuan ini kami gelar sebagai bentuk tindak lanjut dari arahan Bupati saat kunjungan ke Kampung Tezza. Intinya kami ingin membantu menyelesaikan masalah ini secara kekeluargaan, Alhamdulillah, hari ini kedua belah pihak akhirnya bisa bertemu dan berdamai,” ujar Kapolsek.
Kapolsek menyebutkan bahwa akar masalah lebih pada kesalahpahaman antara dua tokoh keluarga, yakni Pak Akad dan Pa Harim. Sementara itu, persoalan teknis mengenai pembagian hasil plasma sebesar 20% yang dikelola oleh koperasi, akan diselesaikan oleh internal koperasi sendiri.
Kami dari Kapolsek tidak bisa masuk terlalu jauh karena itu merupakan ranah internal koperasi. Namun, kami pastikan bahwa mediasi ini berhasil membuka komunikasi yang selama ini tersumbat,” tegasnya.
Kapolsek juga menekankan pentingnya penyelesaian yang menghormati mekanisme koperasi dan prinsip transparansi, mengingat hak atas plasma merupakan bagian dari hak masyarakat adat.
Dalam wawancara terpisah , Ketua Koperasi Akat Sasim menyampaikan bahwa dana hasil plasma sudah diterima dan persualan dilakukan secara bertahap dan terbuka.
“Saya sudah terima hasil verifikasi itu. Hanya saja kominikssi sempat terputus putus. Hak ini saya datang memastikan bahwa kondisi tetap aman, tidak ada kendala dari anggota maupun pihak perusahan,” ujarnya.
Ia mengaku bahwa sebagian anggota sempat merasa kurang mendapat Informasi, namun pihaknya tetap berkomitmen menjaga tranfaransi dalam setiap proses.
Memang ada yang merasa kurang komunikasi. Tapi saya pastikan, kalau ada hal penting pasti saya sampaikan. Karena ini menyangkut Keluarga besar, kami harus pastikan semuanya jelas agar tidak timbul masalah ke depan,” tambahnya.
Terkait dana plasma. Ketua Koperasi memastikan bahwa dana sudah tersedia dan akan dibagikan secara bertahap demi menghindari kesalahpahaman.
“Dana ada, tinggal bagaimana menyelesaikan pembagian ke semua anggota keluarga tidak bisa buru- buru karena menyangkut hak banyak orang. Tapi saya pastikan, semua akan mendapatkan bagian sesuai haknya,” pungkasnya.
Dengan tercapainya kesepakatan damai dari komitmen Tranfaransi dari pengurus koperasi, diharapkan ketegangan antar keluarga dapat mereda serta kepercayaan masyarakat terhadap koperasi semakin kuat.
Reporter : Jefri Bernardus
Kaperwil Papua Barat













