PEWARTA: IMRAN ALWI, FUAD
PUKANEWS.COM, FAKFAK — Nuansa adat dan kehangatan masyarakat mewarnai kedatangan Komandan Korem (Danrem) 182/Jazira Onim, Kolonel Inf Johanis Victorianus Tethool, S.Sos., bersama Ketua Persit KCK Koorcab Rem 182/JO di Bandara Siboru, Kabupaten Fakfak, Papua Barat. Penyambutan melalui tarian tradisional khas Fakfak ini menjadi simbol penghormatan sekaligus awal membangun kedekatan antara pimpinan Korem yang baru, pemerintah daerah, dan masyarakat setempat.
Penyambutan dipimpin langsung oleh Bupati Fakfak, Samaun Dahlan, S.Sos., bersama jajaran Korem 182/JO dan unsur Forum Koordinasi Pimpinan Daerah (Forkopimda) Kabupaten Fakfak.

Kehadiran kepala daerah dan unsur pimpinan wilayah tersebut menegaskan pentingnya hubungan yang solid antara TNI, pemerintah daerah, dan seluruh elemen masyarakat dalam menjaga stabilitas serta mendukung pembangunan di Kabupaten Fakfak.
Tarian tradisional yang mengiringi kedatangan Danrem bukan sekadar seremoni. Pertunjukan budaya itu mencerminkan identitas masyarakat Tanah Mbaham Matta sekaligus memperlihatkan bagaimana kearifan lokal menjadi bagian penting dalam menyambut pemimpin baru yang akan menjalankan tugas di wilayah tersebut.
Di tengah keberagaman budaya Papua Barat, penghormatan melalui kesenian daerah juga menjadi ruang untuk mempererat hubungan emosional antara aparat kewilayahan dan masyarakat. Kedekatan semacam ini menjadi modal penting dalam membangun komunikasi, kepercayaan, dan kerja sama yang berkelanjutan.
Kedatangan Kolonel Inf Johanis Victorianus Tethool di wilayah Korem 182/JO diharapkan menjadi momentum memperkuat sinergi dengan Pemerintah Kabupaten Fakfak, Forkopimda, tokoh adat, tokoh agama, tokoh pemuda, serta berbagai komponen masyarakat.
Sinergi tersebut tidak hanya dibutuhkan dalam menjaga keamanan dan ketertiban, tetapi juga dalam menghadapi berbagai tantangan kewilayahan serta menciptakan kondisi yang kondusif bagi pembangunan dan peningkatan kesejahteraan masyarakat.
Sebagai satuan teritorial, Korem 182/JO memiliki peran strategis dalam membina wilayah dan memperkuat kemanunggalan TNI dengan rakyat. Karena itu, pendekatan yang profesional, humanis, dan menghormati adat istiadat setempat menjadi elemen penting dalam pelaksanaan tugas di tengah masyarakat Fakfak.
Penyambutan di Bandara Siboru pun menjadi penanda awal perjalanan tugas Danrem 182/JO yang baru. Lebih dari sekadar acara penyambutan, momentum ini membawa harapan agar hubungan harmonis antara TNI, pemerintah daerah, dan masyarakat semakin kuat demi terwujudnya Fakfak yang aman, damai, dan sejahtera. (*)














