Pewarta: Imran Alwi. Fuad
PUKANEWS.COM, FAKFAK – Dedikasi personel Kepolisian Resor (Polres) Fakfak di berbagai bidang mendapat apresiasi. Mulai dari perjuangan menangani kebakaran hutan dan lahan (Karhutla) hingga prestasi di arena olahraga, sejumlah personel menerima penghargaan sebagai Bhayangkara Teladan.
Penghargaan tersebut diserahkan dalam upacara yang dipimpin Kapolres Fakfak AKBP Naim Ishak, S.H., S.I.K., M.H., di Lapangan Apel Polres Fakfak, Senin (7/9/2026).

Sebanyak 15 personel menerima penghargaan atas dedikasi dan prestasi mereka. Dua di antaranya, AIPTU Rizal Rusli, S.H. dan AIPTU Aladin, berhasil membawa Tim Taekwondo Kota Pala Fakfak menjadi Juara Umum Turnamen Kejuaraan Taekwondo Junior Pelajar se-Papua Barat dan Papua Barat Daya Tahun 2026.
Sementara itu, BRIGPOL Radiah Hindom menorehkan prestasi dengan meraih Juara 1 kategori Dewasa Kelas G pada Turnamen Pencak Silat Piala Gubernur Papua Barat Daya.
Apresiasi juga diberikan kepada sejumlah personel Polsek Bomberay, Polsek Kokas dan Polsek Karas yang aktif terlibat dalam penanggulangan Karhutla di wilayah masing-masing.
Mereka dinilai tetap menjalankan tugas di tengah tantangan medan serta keterbatasan sarana dan prasarana. Selain menjaga keamanan dan ketertiban, para personel turut membantu masyarakat menghadapi ancaman kebakaran hutan dan lahan.
Penghargaan tersebut menjadi bentuk pengakuan atas kerja personel yang bersentuhan langsung dengan masyarakat, khususnya ketika menghadapi situasi yang membutuhkan respons cepat di lapangan.
Penghargaan tidak hanya diberikan kepada individu. Bag Ops, Sat Reskrim dan SPKT Polres Fakfak juga mendapat apresiasi setelah masing-masing meraih peringkat pertama tingkat Polres jajaran Polda Papua Barat dalam pelaksanaan Gelar Operasional Triwulan (TW) II Tahun 2026.
Capaian tersebut menjadi hasil kerja kolektif sekaligus menunjukkan pentingnya kekompakan antar-satuan dalam meningkatkan kinerja organisasi.
Kapolres Fakfak AKBP Naim Ishak menyampaikan apresiasi dan rasa bangganya terhadap seluruh personel yang telah menorehkan prestasi.
Namun, ia mengingatkan bahwa penghargaan bukanlah garis akhir. Justru, capaian tersebut harus menjadi motivasi untuk mempertahankan sekaligus meningkatkan kinerja pada periode berikutnya.
“Yang lebih penting adalah bagaimana prestasi tersebut dapat dipertahankan dan ditingkatkan pada TW III,” tegas Naim.
Ia meminta seluruh satuan fungsi mempertahankan capaian yang telah diraih sekaligus segera melakukan evaluasi terhadap berbagai kekurangan yang masih ditemukan.
Naim menekankan bahwa ukuran keberhasilan Polri tidak semata-mata ditentukan oleh angka maupun peringkat.
Menurutnya, setiap prestasi harus memberikan dampak nyata bagi masyarakat. Sebab, kekuatan utama institusi kepolisian berada pada kualitas personelnya.
Karena itu, seluruh anggota diminta terus meningkatkan disiplin, loyalitas dan kekompakan, sekaligus memberikan pelayanan yang cepat, tepat dan humanis.
Termasuk dalam merespons setiap laporan dan kebutuhan masyarakat melalui layanan kepolisian 110.
“Prestasi terbaik bukan hanya ketika nama disebut di podium, tetapi ketika kehadiran Polri benar-benar dirasakan manfaatnya oleh masyarakat,” demikian pesan yang menjadi semangat dalam pemberian penghargaan tersebut.
Upacara penghargaan yang dimulai pukul 08.00 WIT dan berakhir sekitar pukul 09.10 WIT itu berlangsung aman, tertib dan kondusif.
Bagi Polres Fakfak, penghargaan tersebut bukan sekadar piagam atau seremoni. Lebih dari itu, apresiasi menjadi bentuk penghormatan terhadap personel yang telah menunjukkan dedikasi sekaligus pengingat bahwa setiap capaian harus bermuara pada pelayanan dan manfaat nyata bagi masyarakat. (*)














