Zainal Abidin Bay Merasa Puas Hanya Pemimpin Daerah Berhati Papua lah Yang Punya Good Will Untk OAP

Zainal Abidin Bay

PUKANEWS.COM, JAKARTA — Sesungguhnya beberapa tahun terakhir, Zainal Abidin Bay salah salah satu toko Raja Ati-ati malas berbicara afimartice policy dalam rangkah UU 21 / 2021 jo 2/2021 Tentang Otsus, bagaimana sesuatu pemerintah daerah mendorong kebijakkan pembangunan secara serius-korektif-punya Goodwill, keberpihakan untuk memperdayakan serta menjadi bagian dari perlindungan bagi OAP dalan Rangkah kebijakkan pelaksanaan kebijakan asimetrik Negara melalui political will guna kecepatan kesetaraan dan kesejahteraan rakyat Papua agar setara dengan daerah lain di Indonesia dalam bingkai NKRI Spiritnya Otsus disana Good Will ini tidak mudah untuk keberlakuan Otsus di Papua karena di Kabupaten Kota di tanah Papua menggunakan UU OTDA dan sementara Provinsi menggunakan UU Otsus (beda dengan Otsus Ace).

Hanya pemimpin daerah yang berhati Papua lah yang punya good will untuk OAP.

Setelah baca kata 

Zainal Abidin Bay arahan Bupati Fakfak yang korektif, mengkeretisi sejumlah program Organisasi Perangkap Daerah (OPD) yang dinilai belum menyentuh langsung kebutuhan, masyarakat terutama Orang Asli Papua (OAP) dan meminta dengan sungguh – sungguh kepada OPD agar melakukan empowerment kepada OAP.

Saya kutip pernyataan Bupati Fakfak

“Ada sejumlah program belum menyasar kelompok perioritas yang sebenarnya membutuhkan perhatian lebih kalau hari ini orang Papua merasa tidak tersentuh program, itu bukan salah mereka. Itu salah kita,”

Saya teriak girang ternyata saya tidak salah mengambil keputusan menentukan pemimpin Fakfak yang saya yakini bisa berdiri dan berpihak pada indigenous people oriented umumnya.

Karena bahasa itulah pergumulan (komunikasi) saya berbagai simpul di Fakfak baik dalam petuanan Ati-ati maupun dengan Basudara lainnya sampai di Kawasan Tanah Ratah (Kawasan Taundai) selama masa kampanye 2024.

Mengakarnya seorang pemimpin kepada rakyat adalah kebijakkan yang people oriented dan terutama indigenous people oriented bukan duduk kumpul – kumpul main gitar atau story story dan Selfie.

 

Penulis Jefri Bernardus

Exit mobile version