MIS Al-Ihsan Siantar Tekankan Akhlak, Kecerdasan, dan Bakti kepada Orang Tua

PUKANEWS.COM, PEMATANGSIANTAR – Madrasah Ibtidaiyah Swasta (MIS) Al-Ihsan Kota Pematangsiantar terus menegaskan komitmennya membentuk generasi yang tidak hanya unggul secara akademik, tetapi juga memiliki akhlak, kedisiplinan, serta berbakti kepada orang tua.

MIS Al-Ihsan dengan NPSN 70028423 tersebut beralamat di Jalan Rajawali No. 56 Blok, Kelurahan Simarito, Kecamatan Siantar Barat, Kota Pematangsiantar.

Pantauan di lingkungan sekolah, Kamis (8/10/2026), menunjukkan aktivitas pendidikan yang menitikberatkan pada pembentukan karakter peserta didik. Di bawah kepemimpinan Dr. Muhammad Ade Kurnia Harahap, M.T., madrasah tersebut mendorong terciptanya lingkungan pendidikan yang mengedepankan ilmu pengetahuan sekaligus pembinaan akhlak.

Kepala MIS Al-Ihsan, Harmilawati, mengatakan pendidikan tidak cukup hanya mengejar prestasi akademik. Menurutnya, peserta didik harus dibentuk menjadi pribadi yang beriman, berilmu, cerdas dalam berpikir, serta memiliki akhlak yang baik.

“Membangun peserta didik yang beriman, berilmu dan berakhlak, sekaligus menjadi anak didik untuk berpikir cerdas dan akurat,” ujar Harmilawati.

Saat ini, MIS Al-Ihsan memiliki 227 siswa dengan dukungan enam kegiatan ekstrakurikuler unggulan. Beragam kegiatan tersebut menjadi bagian dari upaya sekolah mengembangkan potensi siswa sesuai karakter dan kemampuan masing-masing.

Harmilawati menegaskan, setiap anak memiliki karakter dan potensi yang berbeda. Karena itu, pendekatan pendidikan menurutnya harus dilakukan secara manusiawi, dengan memberikan perhatian dan ruang kepada anak untuk berkembang.

“Setiap anak itu unik dan berharga. Mereka ingin disapa, diperhatikan, dan didengar. Kita harus menumbuhkembangkan anak agar lebih percaya diri, tangguh, dan siap menghadapi masa depan,” katanya.

Sinergi Sekolah dan Orang Tua Jadi Kunci

Menurut Harmilawati, keberhasilan pendidikan tidak dapat dibebankan sepenuhnya kepada pihak sekolah. Peran orang tua menjadi bagian penting dalam membentuk karakter dan perkembangan anak.

Karena itu, MIS Al-Ihsan terus membangun sinergi dengan orang tua melalui komunikasi mengenai perkembangan akademik maupun karakter siswa.

Dalam lingkungan sekolah yang penuh kehangatan, para guru memberikan informasi mengenai perkembangan peserta didik, sementara orang tua diberi ruang untuk menyampaikan masukan maupun persoalan yang dihadapi anak.

Konsultasi secara personal dengan wali kelas juga menjadi salah satu cara untuk membuka komunikasi yang lebih mendalam. Dengan demikian, pola pendampingan terhadap siswa dapat disesuaikan dengan kebutuhan masing-masing anak.

Harmilawati menyebutkan setidaknya ada sejumlah fokus utama yang menjadi perhatian madrasah dalam membentuk karakter peserta didik.

Pertama, mendorong siswa agar mampu berpikir cerdas, kritis, dan akurat. Kedua, membentuk kepribadian yang tangguh dalam menghadapi proses pembelajaran.

Ketiga, menanamkan sikap disiplin dalam kehidupan sehari-hari. Keempat, membangun keseimbangan antara ilmu pengetahuan dan akhlak sebagai fondasi pendidikan.

Kelima, menumbuhkembangkan perilaku terpuji melalui praktik nyata sehingga siswa mampu menjadi teladan bagi teman sebaya maupun masyarakat.

“Yang tidak kalah penting adalah menjadikan madrasah sebagai lingkungan yang sehat, dengan menciptakan kebersihan lingkungan serta menerapkan protokol kesehatan secara ketat untuk mencegah penyebaran penyakit,” tegasnya.

Dengan pendekatan tersebut, MIS Al-Ihsan tidak hanya ingin mencetak siswa yang mampu meraih prestasi di bangku sekolah, tetapi juga membentuk generasi yang memiliki karakter kuat, menghormati orang tua, berakhlak baik, disiplin, serta mampu memberikan manfaat bagi lingkungan sekitarnya.

(S. Hadi Purba)

Exit mobile version