banner ucapan HUT RI Suryanto PKB

banner ucapan HUT RI Suryanto PKB

banner ucapan HUT RI Polsek Tulung Selapan

banner ucapan HUT RI Polsek Air Sugihan

banner Sekwan OI

banner Dandim OKI OI

Maulid Nabi di Masjid Al-Ansar Fakfak Digelar Lebih Awal, Rawat Tradisi dan Perkuat Cinta kepada Rasulullah

Reporter: Imran Alwi. Fuad

PUKANEWS.COM, FAKFAK, PAPUA BARAT – Peringatan Maulid Nabi Muhammad SAW di Masjid Al-Ansar, Jalan Doktor Salasa Namudat, Kompleks Kawasan Bawah, Kabupaten Fakfak, Papua Barat, berlangsung khidmat dan penuh suasana kekeluargaan, Jumat (21/8/2026) malam.

Peringatan Maulid Nabi yang digelar setelah salat Isya tersebut dilaksanakan lebih awal sebelum memasuki 12 Rabiul Awal. Pengurus Masjid Al-Ansar menyebut pelaksanaan lebih awal itu merupakan bagian dari tradisi yang telah dilakukan orang-orang tua terdahulu dalam mengatur rangkaian peringatan kelahiran Nabi Muhammad SAW.

Salah satu pengurus Masjid Al-Ansar, Harun, mengatakan tradisi tersebut tetap dipertahankan sebagai bentuk penghormatan terhadap kebiasaan para pendahulu sekaligus menjaga semangat kebersamaan jamaah.

“Maulid ini kami lakukan lebih awal sebelum tanggal 12 Rabiul Awal. Ini mengikuti apa yang dilakukan orang-orang tua kami dahulu dalam mengatur atau mengantar bulan hingga tiba pada hari kelahiran Nabi Muhammad SAW,” ujar Harun.

Pantauan di lokasi, peringatan Maulid Nabi diikuti jamaah laki-laki dan perempuan serta anak-anak. Suasana semakin meriah ketika anak-anak menantikan berbagai makanan ringan dan telur yang dihias kemudian digantung sebagai bagian dari tradisi perayaan Maulid di masjid tersebut.

Rangkaian kegiatan diawali dengan pembacaan Kitab Barzanji yang dipimpin Imam Masjid Al-Ansar, Abdurrasyid Wadjo. Pembacaan Barzanji berlangsung khidmat dengan diikuti para jamaah.

Setelah itu, kegiatan dilanjutkan dengan penyampaian hikmah Maulid Nabi oleh Ustadz Usman Abdul Malik.

Dalam tausyiahnya, Ustadz Usman mengajak jamaah menjadikan peringatan Maulid Nabi bukan sekadar kegiatan seremonial, tetapi sebagai momentum untuk kembali mengenal, meneladani, dan menghidupkan ajaran Nabi Muhammad SAW dalam kehidupan sehari-hari.

Menurutnya, kelahiran Nabi Muhammad SAW membawa perubahan besar bagi kehidupan manusia. Rasulullah hadir membawa risalah Islam, mengajarkan tauhid, akhlak mulia, kasih sayang, keadilan, persaudaraan, serta menghormati sesama manusia.

Ia menekankan bahwa salah satu bentuk kecintaan kepada Rasulullah bukan hanya dengan memperingati hari kelahirannya, tetapi juga dengan mengikuti sunnah dan meneladani akhlaknya dalam kehidupan keluarga maupun bermasyarakat.

Kepada para jamaah, khususnya anak-anak yang hadir, Ustadz Usman berpesan agar sejak dini menumbuhkan kecintaan kepada Nabi Muhammad SAW dengan rajin membaca dan mempelajari sejarah kehidupan Rasulullah, memperbanyak salawat, menjaga ibadah, menghormati orang tua, menyayangi sesama serta membiasakan diri berkata jujur dan berbuat baik.

Ia juga mengingatkan bahwa generasi muda merupakan penerus kehidupan umat dan bangsa. Karena itu, anak-anak perlu dibekali bukan hanya dengan ilmu pengetahuan, tetapi juga akhlak dan keteladanan Rasulullah SAW.

“Kalau kita mengaku mencintai Rasulullah, maka mari kita buktikan dengan mengikuti akhlaknya. Sayangi orang tua, hormati guru, cintai sesama dan jangan mudah menyakiti orang lain,” demikian pesan yang disampaikan dalam hikmah Maulid tersebut.

Peringatan Maulid Nabi Muhammad SAW di Masjid Al-Ansar kemudian ditutup dengan doa. Kegiatan berlangsung dalam suasana penuh hikmah, kebersamaan, serta kegembiraan jamaah dan anak-anak yang mengikuti seluruh rangkaian acara hingga selesai.

Bagi jamaah Masjid Al-Ansar, peringatan Maulid Nabi menjadi momentum untuk menjaga tradisi yang diwariskan para pendahulu sekaligus memperkuat kecintaan kepada Rasulullah Muhammad SAW melalui keteladanan akhlak dan kehidupan sehari-hari. (*)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *