Berita  

Keluarga Besar Kei di Fakfak Gelar Pra-Konferensi, Siap Sukseskan Kongres III Dewan Adat Mbaham Matta

Para tokoh masyarakat Kei di Fakfak menghadiri pra-konferensi menuju Konferensi III Dewan Adat Mbaham Matta di kediaman Ketua RT 09, Saleh Rahaded, kompleks Bakeko, Fakfak Tengah, Sabtu (1/11/2025). Kegiatan ini menjadi ajang konsolidasi keluarga besar Kei untuk memperkuat nilai adat dan persaudaraan. (PUKANEWS/IMRAN ALWI. FUAD)

Reporter: Imran Alwi. Fuad

Fakfak, Papua Barat, PUKANEWS.COM Keluarga besar Suku Kei di Kabupaten Fakfak menggelar pra-konferensi internal sebagai bagian dari konsolidasi dan persiapan menuju Konferensi III Dewan Adat Mbaham Matta, yang dijadwalkan berlangsung pada 5–10 November 2025 di Tanah Jazira Onim, Fakfak.

Acara yang berlangsung penuh keakraban dan semangat kekeluargaan ini digelar di kediaman Ketua RT 09, Saleh Rahaded, di kompleks Bakeko, Kelurahan Danaweria, Distrik Fakfak Tengah, pada Sabtu (1/11/2025).

Kegiatan tersebut dihadiri oleh sejumlah tokoh masyarakat Kei, sesepuh adat, perwakilan generasi muda, serta panitia pelaksana konferensi.

Salah satu tokoh masyarakat Kei di Fakfak, Martinus Fauwowan, menuturkan bahwa pra-konferensi ini menjadi ruang penting untuk memperkuat persatuan sekaligus memperdalam pemahaman sejarah asal-usul Suku Kei di Tanah Jazira Onim.

“Pra-konferensi ini bukan sekadar pertemuan adat, melainkan momentum untuk meneguhkan kembali jati diri dan peran masyarakat Kei dalam membangun Fakfak. Kami ingin memastikan seluruh keluarga Kei siap berkontribusi secara positif pada konferensi besar nanti,” ungkap Martinus.

“Melalui forum seperti ini, dipastikan masyarakat adat kei juga dapat berperan aktif menjaga harmoni sosial dan berkontribusi dalam pembangunan daerah. Semangat gotong royong dan nilai adat yang dijunjung tinggi menjadi modal besar untuk mewujudkan Fakfak yang maju dan bermartabat,” tambahnya.

Sementara itu, perwakilan generasi muda Kei, Paul Sirwutubun, menekankan pentingnya peran kaum muda dalam menjaga keberlanjutan nilai-nilai budaya dan adat leluhur di tengah perkembangan zaman.

“Kami, generasi muda Kei, ingin menjadi bagian dari proses ini. Sejarah dan budaya tidak boleh hilang, tetapi harus hidup dan relevan dengan kehidupan modern. Konferensi nanti akan menjadi tonggak bagi kami untuk melanjutkan semangat para pendahulu,” ujarnya.

Selain dialog dan penyampaian pesan adat, kegiatan pra-konferensi ini juga diisi dengan pemaparan sejarah masuknya Suku Kei di Tanah Jazira Onim, sebagai bagian dari upaya memperkokoh identitas budaya di Bumi Mbaham Matta.

Dengan semangat kebersamaan dan tekad menjaga warisan leluhur, keluarga besar Kei di Fakfak menegaskan komitmen mereka untuk menyukseskan Konferensi III Dewan Adat Mbaham Matta, sebagai wujud nyata partisipasi masyarakat adat dalam memperkuat persaudaraan, keharmonisan, dan kearifan lokal di Tanah Papua Barat. (*)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *