Reporter: Imran Alwi Fuad
FAKFAK, PUKANEWS — Gereja Protestan Indonesia (GPI) di Papua menggelar Rapat Pimpinan (RAPIM) Majelis Pekerja Sinode Tahun 2025 di Ballroom Grand Papua Hotel, Fakfak, Senin (27/10/2025). Kegiatan tahunan ini menjadi momentum penting bagi gereja untuk memperkuat arah pelayanan, memperbarui komitmen rohani, sekaligus membangun sinergi dengan pemerintah daerah dalam mewujudkan kehidupan masyarakat yang harmonis dan berkeadilan.
Ketua Sinode GPI di Papua, Pdt. Donald E. Salima, S.Th., SE., MM, dalam sambutannya menegaskan bahwa RAPIM 2025 bukan sekadar agenda rutin, melainkan ruang refleksi bersama bagi seluruh pelayan Tuhan untuk mengevaluasi perjalanan pelayanan serta menyusun strategi pelayanan ke depan.
“Melalui RAPIM ini, kita diingatkan untuk terus menyalakan semangat pelayanan, mengembangkan karunia yang Tuhan anugerahkan, dan menggunakan talenta itu untuk membangun tubuh Kristus, yaitu Gereja-Nya yang kudus,” ujar Pdt. Donald dalam sambutannya.
Dengan mengusung tema “Kobarkanlah Karunia Allah yang Ada Padamu” (2 Timotius 1:6), Pdt. Donald mengajak seluruh pelayan gereja dan jemaat untuk terus menjaga semangat pelayanan yang berlandaskan kasih, memperkuat persatuan di tubuh gereja, serta menjadi terang bagi masyarakat sekitar.
Ia juga memberikan apresiasi kepada panitia dan jemaat yang telah bekerja keras mempersiapkan kegiatan tersebut.
“Kegiatan ini dapat terselenggara berkat kerja sama dan dedikasi semua pihak. Semoga semangat kebersamaan ini terus terpelihara dalam pelayanan kita ke depan,” tambahnya.
Sementara itu, Staf Ahli Bupati Fakfak Bidang Pemerintahan, Hukum, dan Politik, Suryaiman Iribaram, S.H., M.Si, yang hadir mewakili Bupati Fakfak, menyampaikan apresiasi atas penyelenggaraan RAPIM GPI Papua di daerahnya. Ia menegaskan bahwa pemerintah daerah melihat gereja sebagai mitra strategis dalam membangun fondasi moral dan spiritual masyarakat.
“Gereja adalah mitra pemerintah yang setia dalam membentuk nilai-nilai spiritual, moral, dan semangat hidup masyarakat. Melalui kebersamaan ini, kita berharap generasi muda Fakfak tumbuh menjadi pribadi yang berkarakter, beriman, dan peduli terhadap sesama,” ujarnya.
Suryaiman menambahkan, Pemerintah Kabupaten Fakfak berkomitmen untuk terus memperkuat kerja sama dengan lembaga-lembaga keagamaan dalam menciptakan suasana sosial yang damai dan sejahtera.
“Sinergi antara gereja dan pemerintah sangat penting untuk menjaga persatuan serta memajukan kesejahteraan rakyat di Tanah Papua,” tegasnya.
Ketua Tim Pelaksana RAPIM GPI Papua 2025, James Stephent Jahawadan, dalam laporannya menjelaskan bahwa kegiatan ini dilaksanakan berdasarkan SK MPK Fakfak Nomor 25/X/Org tanggal 30 September 2025 tentang Pembentukan Tim Kerja RAPIM GPI Papua Tahun 2025.
RAPIM ini, katanya, memiliki dua fokus utama: mengevaluasi pelaksanaan program dan anggaran tahun 2025, serta menetapkan arah kebijakan dan program kerja pelayanan untuk tahun 2026.
“RAPIM menjadi ruang penting bagi kita untuk memperbarui komitmen pelayanan, memperkuat kebersamaan, dan melangkah dengan satu tujuan dalam kasih Tuhan Yesus Kristus Kepala Gereja,” ujar James.
James juga menyampaikan apresiasi kepada seluruh peserta dan panitia atas terselenggaranya kegiatan tersebut dengan baik. Ia berharap semangat pelayanan yang lahir dari RAPIM 2025 dapat terus menginspirasi seluruh pelayan dan jemaat GPI di Tanah Papua.
RAPIM GPI Papua 2025 di Fakfak menjadi wujud nyata dari semangat kebersamaan umat dan pemimpin gereja dalam menata arah pelayanan yang lebih kuat dan relevan dengan tantangan zaman. Melalui forum ini, GPI Papua menegaskan komitmennya untuk terus hadir sebagai pelayan umat yang rendah hati, inklusif, serta berperan aktif dalam pembangunan karakter dan spiritual masyarakat Papua.













