Berita  

Gagal Penuhi Janji Damai Kasus Pencabulan, Kepala Dusun Nano Disomasi Korban

TIMOR TENGAH SELATAN, PUKANEWS Kasus dugaan pencabulan di Desa Nano, Kecamatan Boking, Kabupaten Timor Tengah Selatan (TTS), kembali memanas. Godlif Kase, ayah dari korban, telah melayangkan surat somasi kepada terduga pelaku, Jitro Tefi, yang menjabat sebagai Kepala Dusun (Kadus) Satu Desa Nano.

Somasi ini dilayangkan setelah Jitro Tefi dinilai ingkar janji dan terus menunda penandatanganan kesepakatan damai yang telah mereka sepakati.

Godlif Kase menjelaskan kepada pukanews bahwa somasi ini dibuat karena Jitro Tefi sebelumnya telah meminta jalur damai, namun dengan syarat tertentu.

“Jitro Tefi sudah meminta saya damai, tetapi perdamaian ini bersyarat. Jitro harus mengganti kerugian atau denda,” ungkap Godlif kepada pukanews.

Syarat perdamaian yang disepakati oleh keluarga korban adalah:

1. Membayar denda sebesar Rp 30 Juta.

2. Mengundurkan diri dari jabatan Kepala Dusun.

Namun, hingga berita ini diturunkan, Jitro Tefi belum juga membuat surat pernyataan resmi sesuai isi perjanjian tersebut.

“Jawaban ‘besok’ sudah mau berulang tahun, tetapi tindakan tidak sesuai perkataan. Karena penundaan yang berlarut-larut inilah, kami keluarga bersepakat membuat surat somasi,” tegas Godlif kepada pukanews.

Surat somasi tersebut memberikan tenggat waktu tujuh hari kerja kepada Jitro Tefi untuk menindaklanjuti kesepakatan damai.

“Isi surat somasi kami memberi waktu tujuh hari kerja. Kalau tidak ada tindakan, maka kami akan melaporkan kasus ini kepada pihak yang berwajib,” jelas ayah korban.

Godlif Kase membenarkan bahwa surat somasi telah ia antar langsung kepada yang bersangkutan dan diterima oleh Jitro Tefi di depan Kantor Desa Nano pada Jumat (10/10/2025), disertai tanda terima resmi.

Surat somasi ini juga ditembuskan kepada Kepala Desa Nano, Camat Boking, dan Polsek Boking. Keluarga berharap Jitro Tefi segera menepati janjinya.

“Kalau dia mau menipu terus seperti ini, maka bisa juga kami melaporkan penipuan terhadap saudara Jitro,” tutup Godlif, orang tua korban.

Reporter : Jitron

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *