PukaNews.com, Mesuji Raya – OKI – Kondisi bangunan SMPN 3 Mesuji Raya yang tampak kusam dan mengalami sejumlah kerusakan mulai menuai sorotan dari berbagai pihak.
Setelah sebelumnya kondisi sekolah tersebut menjadi perhatian masyarakat, kini Lembaga Swadaya Masyarakat (LSM) Trap turut angkat bicara terkait dugaan kurang maksimalnya perawatan ringan gedung sekolah.
Anggota LSM Trap OKI, Jhonheri, menilai kondisi bangunan sekolah yang mulai rusak seharusnya dapat diminimalisir apabila perawatan rutin dilakukan secara maksimal melalui anggaran dana Bantuan Operasional Sekolah (BOS).
Menurutnya, perawatan sarana pendidikan merupakan kebutuhan penting demi menciptakan kenyamanan dan keselamatan siswa saat proses belajar mengajar berlangsung.
“Kami melihat kondisi bangunan sekolah sudah cukup memprihatinkan.
Dinding kusam, plafon rusak, bahkan beberapa bagian atap juga terlihat perlu diperbaiki.
Padahal setiap tahun ada anggaran perawatan melalui dana BOS,” ujar Jhonheri kepada awak media,Senin (11/5/2026).
Ia mengatakan, pihaknya meminta adanya keterbukaan dari sekolah terkait pengelolaan anggaran pemeliharaan fasilitas pendidikan agar tidak menimbulkan dugaan negatif di tengah masyarakat.
“LSM Trap meminta pihak sekolah transparan soal penggunaan dana BOS, khususnya item perawatan ringan.
Jangan sampai anggaran ada tetapi kondisi sekolah justru terbengkalai,” tegasnya.
Selain itu, Jhonheri juga meminta dinas terkait untuk turun langsung melakukan pengecekan kondisi bangunan SMPN 3 Mesuji Raya agar perbaikan dapat segera dilakukan sebelum kerusakan bertambah parah.
Menanggapi hal tersebut, Kepala SMPN 3 Mesuji Raya, Retno, membantah jika pihak sekolah tidak melakukan perhatian terhadap kondisi bangunan sekolah.
Ia menjelaskan bahwa anggaran perawatan ringan memang sudah dialokasikan melalui dana BOS, namun hingga saat ini dana tersebut belum dapat digunakan karena pencairan tahap berikutnya belum turun.
“Kalau untuk perbaikan kecil memang sudah dianggarkan di dana BOS, tapi saat ini belum bisa direalisasikan karena dananya belum turun,” jelas Retno melalui pesan WhatsApp.
Retno juga mengungkapkan bahwa pihak sekolah telah mengajukan proposal rehabilitasi bangunan untuk perbaikan yang sifatnya lebih berat.
“Proposal rehab sudah kami ajukan, sekarang masih menunggu realisasi bantuan,” singkatnya.
Red/Tim
