Bangun Jembatan dan Koperasi Desa, Danrem 182/JO Dorong Keamanan Lewat Pembangunan

Danrem 182/JO Kolonel Inf. Irwan Budiana didampingi Kepala Hukum Korem Jazirah Onim Kapten Frengky dalam kegiatan buka puasa bersama dengan insan Pers di wilayah Korem 182/Jazirah Onim, Jumat (13/3/2026). (Foto: Imran Alwi Fuad)

PUKANEWS, FAKFAK – Komandan Resor Militer (Danrem) 182/Jazirah Onim (JO) Kolonel Infanteri Irwan Budiana menegaskan komitmennya menjaga stabilitas keamanan di wilayah teritorialnya melalui pendekatan pembangunan yang inklusif dan berkelanjutan.

Wilayah kerja Korem 182/JO meliputi Kabupaten Fakfak, Kaimana, Teluk Bintuni, Manokwari Selatan, Pegunungan Arfak, hingga Teluk Wondama.

Irwan menilai pemerataan pembangunan merupakan langkah yang lebih efektif dalam menciptakan keamanan dibandingkan pendekatan keamanan konvensional semata.

“Pihak yang belum sepaham bukanlah musuh, melainkan saudara sebangsa yang perlu dirangkul dan disadarkan melalui pemerataan pembangunan. Karena itu pendekatan pembangunan menjadi prioritas kami,” kata Irwan usai kegiatan buka puasa bersama awak media di Makorem 182/JO, Jumat (13/3/2026) kemarin.

Perwira menengah TNI AD kelahiran Blitar, Jawa Timur, tahun 1976 itu menjelaskan bahwa salah satu program yang tengah didorong adalah pembangunan Koperasi Merah Putih sebagai pilar penguatan ekonomi masyarakat.

Menurutnya, progres pembangunan fisik koperasi di wilayah Jazirah Onim saat ini telah mencapai sekitar 48 hingga 50 persen. Korem 182/JO menargetkan fasilitas tersebut dapat beroperasi penuh pada Agustus 2026.

Irwan menjelaskan koperasi tersebut dirancang berbeda dengan koperasi pada umumnya. Prosedur keanggotaan dibuat lebih sederhana agar manfaatnya dapat langsung dirasakan masyarakat desa.

“Kami sedang mengejar target agar Agustus nanti koperasi ini sudah bisa beroperasi 100 persen untuk mendukung kesejahteraan masyarakat,” ujarnya.

Selain sektor ekonomi, Korem 182/JO juga mendorong percepatan pembangunan infrastruktur, khususnya akses transportasi di wilayah terpencil.

Dalam program tersebut, Korem menargetkan pembangunan 15 jembatan setiap bulan di berbagai daerah yang masih mengalami keterbatasan akses.

Untuk mendukung program itu, Irwan juga mengajak insan pers turut berperan aktif memberikan informasi terkait daerah-daerah terpencil yang masih terisolasi.

“Rekan-rekan media memiliki jaringan informasi yang luas hingga ke kampung-kampung. Informasikan kepada kami daerah mana yang membutuhkan akses, itu akan menjadi target pekerjaan kami setiap bulan,” katanya.

Irwan juga menyampaikan apresiasi terhadap kerja sama yang selama ini terjalin antara Korem 182/JO dan para wartawan di Fakfak maupun wilayah Jazirah Onim.

Ia menegaskan pihaknya terbuka terhadap kritik serta fungsi kontrol sosial dari media.

“Kami tidak menutup informasi. Bahkan jika ada berita miring, kami jadikan sebagai bahan introspeksi. Komunikasi yang baik dengan media adalah kunci menjaga kondusivitas daerah,” ujar Irwan. (*)

Reporter: Imran Alwi. Fuad

Exit mobile version