Penulis: Imran Alwi. Fuad
PUKANEWS,.COM, FAKFAK – Falsafah luhur masyarakat Kei, “Ye, Lim Seng Kubang Vuut Van Lim”, terus digaungkan menjelang pelaksanaan Musyawarah Daerah (Musda) I Kerukunan Suku Kei di Kabupaten Fakfak, Papua Barat.
Nilai budaya yang sarat makna tersebut menjadi landasan moral sekaligus seruan untuk menjaga persatuan, kebersamaan, dan ikatan persaudaraan di tengah proses demokrasi dalam memilih ketua kerukunan.
Musda I Kerukunan Suku Kei dipandang sebagai momentum penting dalam menentukan arah kepemimpinan organisasi ke depan. Melalui forum tersebut, masyarakat berharap lahir sosok pemimpin yang mampu merangkul seluruh elemen warga Kei, memperkuat soliditas organisasi, serta berkontribusi aktif dalam mendukung pembangunan daerah.

Menjelang pelaksanaan Musda I ini, seluruh komponen masyarakat Kei, mulai dari tokoh adat, tokoh masyarakat, para sesepuh, kaum perempuan, hingga generasi muda yang berada di Kabupaten Fakfak, diimbau untuk bersama-sama menjaga situasi yang aman, damai, dan kondusif. Perbedaan pilihan dalam proses pemilihan tersebut diharapkan menjadi bagian dari dinamika demokrasi yang sehat tanpa mengurangi rasa saling menghormati dan menjunjung tinggi nilai-nilai adat serta budaya Kei.
Falsafah “Ye, Lim Seng Kubang Vuut Van Lim” menjadi pengingat bahwa persaudaraan harus selalu ditempatkan di atas segala perbedaan. Semangat musyawarah, saling menghargai, dan gotong royong diharapkan menjadi fondasi utama dalam menyukseskan Musda I sehingga seluruh tahapan dapat berlangsung secara demokratis, tertib, dan bermartabat.
Masyarakat Kei juga berharap Musda I tidak hanya menghasilkan pemimpin yang amanah dan mampu mengakomodasi aspirasi seluruh warga, tetapi juga menjadi tonggak memperkuat eksistensi Kerukunan Suku Kei sebagai organisasi yang solid, inklusif, dan berdaya guna bagi masyarakat.
Dengan semangat persaudaraan yang diwariskan para leluhur, Kerukunan Suku Kei Kabupaten Fakfak diharapkan terus menjadi perekat kebersamaan antarwarga serta mitra strategis pemerintah dalam menjaga keharmonisan sosial dan mendukung percepatan pembangunan di Kabupaten Fakfak, Papua Barat. (*)













