banner Penkab Muba

Berita  

Sebulan Mengabdi di Desa Anin, Mahasiswa KKN UMKoe Tinggalkan Program Nyata dan Kesan Mendalam

PUKANEWS.COM, TTS — Enam mahasiswa Universitas Muhammadiyah Kupang (UMKoe) menuntaskan pengabdian melalui program Kuliah Kerja Nyata (KKN) di Desa Anin, Kecamatan Amanatun Selatan, Kabupaten Timor Tengah Selatan (TTS).

Selama kurang lebih satu bulan sejak 3 Agustus 2026, mahasiswa tidak sekadar menjalankan kewajiban akademik. Mereka terlibat langsung dalam sejumlah kegiatan yang menyasar penataan lingkungan, administrasi pemerintahan desa, serta penguatan kapasitas masyarakat.

Program KKN tersebut secara resmi berakhir melalui acara penarikan mahasiswa yang digelar di Kantor Desa Anin, Jumat, 3 September 2026. Kegiatan dihadiri Kepala Desa Anin Nahason Banunaek, Sekretaris Desa, jajaran aparat pemerintah desa, serta enam mahasiswa peserta KKN.

Kelompok KKN yang dipimpin Satri Alunat menjalankan sejumlah program unggulan, di antaranya penyediaan tempat sampah di lingkungan desa serta revitalisasi papan struktur organisasi Pemerintah Desa, Badan Permusyawaratan Desa (BPD), dan Lembaga Pemberdayaan Masyarakat (LPM).

Program tersebut menjadi bagian dari upaya mahasiswa memberikan kontribusi yang dapat dirasakan langsung selama masa pengabdian. Selain program kerja utama, mahasiswa juga aktif terlibat dalam berbagai kegiatan sosial dan kemasyarakatan bersama warga.

Pemdes: Kehadiran Mahasiswa Beri Dampak Nyata

Kepala Desa Anin, Nahason Banunaek, memberikan apresiasi terhadap kontribusi mahasiswa KKN UMKoe. Menurutnya, kehadiran mahasiswa selama satu bulan turut membantu pemerintah desa, khususnya dalam urusan administrasi dan penataan lingkungan.

“Kami pemerintah Desa Anin mengucapkan terima kasih yang sebesar-besarnya kepada pimpinan Universitas Muhammadiyah Kupang (UMKoe) dan Dosen Pembimbing Lapangan yang masih terus mempercayakan mahasiswa KKN untuk mengabdi di wilayah Desa Anin. Kehadiran enam mahasiswa yang mengabdi selama satu bulan di sini sangat membantu kami, baik dalam hal administrasi maupun penataan lingkungan di wilayah Desa Anin,” ujar Nahason.

Ia berharap hubungan kerja sama antara UMKoe dan Pemerintah Desa Anin tidak berhenti setelah penarikan mahasiswa. Sebaliknya, kolaborasi tersebut diharapkan terus berlanjut dengan kembali menempatkan mahasiswa KKN di Desa Anin pada periode berikutnya.

Nahason juga menyampaikan permohonan maaf apabila selama proses pengabdian terdapat hal-hal yang kurang berkenan. Ia berharap mahasiswa membawa pulang pengalaman positif dari Desa Anin, sementara setiap kekurangan selama berada di tengah masyarakat dapat menjadi bahan evaluasi bersama.

Mahasiswa: Program Berjalan Berkat Dukungan Warga

Ketua Kelompok KKN Desa Anin, Satri Alunat, menyampaikan apresiasi kepada pemerintah desa dan masyarakat yang telah menerima serta mendukung seluruh rangkaian kegiatan mahasiswa.

Menurut Satri, keberhasilan menjalankan program selama satu bulan tidak terlepas dari keterlibatan dan dukungan masyarakat setempat.

“Saya mewakili teman-teman menyampaikan ucapan terima kasih yang sangat dalam. Selama masa pengabdian, kami diperlakukan dengan baik dan selalu didukung dalam setiap program kami. Kami sadar bahwa keberhasilan realisasi program kami tidak terlepas dari dukungan bapak dan ibu sekalian,” ujar Satri.

Ia juga menyampaikan permohonan maaf apabila selama berada di Desa Anin terdapat sikap, perkataan, maupun tindakan mahasiswa yang kurang berkenan.

Satri berharap Pemerintah Desa Anin tetap membuka ruang bagi mahasiswa KKN berikutnya untuk belajar sekaligus mengabdi dan berkontribusi di tengah masyarakat.

Acara penarikan mahasiswa berlangsung dalam suasana penuh keakraban. Sebagai bentuk apresiasi sekaligus ucapan terima kasih, mahasiswa KKN menyerahkan cendera mata kepada Pemerintah Desa Anin.

Berakhirnya masa KKN tidak lantas menghapus jejak pengabdian yang telah dilakukan. Program yang dijalankan selama satu bulan diharapkan tetap memberi manfaat bagi masyarakat dan menjadi bagian dari upaya mendorong penataan serta pengembangan Desa Anin.

Kolaborasi antara perguruan tinggi dan pemerintah desa juga diharapkan terus diperkuat, sehingga kegiatan KKN tidak hanya menjadi agenda akademik, tetapi mampu melahirkan program yang relevan dengan kebutuhan masyarakat dan mendorong desa menuju kemandirian.

Sat

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *