PUKANEWS.COM, OKI — Penanganan kebakaran hutan dan lahan atau karhutla di Kabupaten Ogan Komering Ilir, Sumatera Selatan, terus diperkuat melalui sinergi lintas sektor. Salah satunya dilakukan melalui pengecekan lahan yang terbakar di Dusun 3, Desa Batun Baru, Kecamatan Jejawi, Rabu (26/8/2026).
Staf Khusus Menteri Koordinator Bidang Infrastruktur dan Pembangunan Kewilayahan, Irjen Pol Arief Rahmat, datang ke lokasi sekitar pukul 15.00 WIB. Ia didampingi Kapolres OKI AKBP Eko Rubiyanto serta jajaran Polres OKI, pemerintah daerah, BPBD, TNI, Masyarakat Peduli Api (MPA), dan pemerintah desa.
Lahan yang berada di sisi Jalan Tol Jejawi KM 347 tersebut sebelumnya terbakar pada Minggu (23/8/2026) sekitar pukul 14.00 WIB. Luas lahan yang terdampak diperkirakan sekitar 10 hektar.
Pengecekan dilakukan untuk melihat kondisi lahan pascakebakaran sekaligus memastikan langkah penanganan dan pencegahan dilakukan secara terpadu.
Kawasan di sekitar jalan tol menjadi salah satu wilayah yang perlu mendapat perhatian karena kebakaran dapat berdampak lebih luas jika tidak segera ditangani.
Menurut Arief, penanganan karhutla tidak dapat dilakukan oleh satu institusi. Keterlibatan pemerintah, aparat keamanan, petugas pemadam, dan masyarakat diperlukan sejak pencegahan hingga penanganan di lapangan.
“Penanganan karhutla dan bencana alam harus dilakukan bersama-sama. Dibutuhkan sinergi seluruh instansi dan elemen masyarakat. Ini bukan tugas perorangan,” ujarnya
Dalam kunjungan tersebut, Arief menyerahkan bantuan berupa vitamin, masker, susu UHT, dan mi instan kepada Camat Jejawi. Bantuan tersebut selanjutnya akan didistribusikan kepada tim yang terlibat dalam penanganan karhutla di wilayah Kecamatan Jejawi.
Kapolres OKI AKBP Eko Rubiyanto mengatakan, penanganan karhutla membutuhkan kesiapsiagaan sekaligus koordinasi yang konsisten. Pemantauan wilayah dan deteksi dini menjadi penting untuk mencegah munculnya titik api baru.
“Keselamatan personel dan masyarakat tetap menjadi prioritas. Penanganan harus dilakukan secara terukur dengan mengutamakan pencegahan, deteksi dini, dan koordinasi di lapangan,” kata AKBP Eko.
Ia menambahkan, Polres OKI bersama pemerintah daerah, BPBD, TNI, MPA, dan masyarakat akan terus memperkuat upaya pencegahan karhutla. Masyarakat juga diminta berperan aktif menjaga lingkungan dan segera melaporkan apabila menemukan titik api.
Bagi Polres OKI, penanganan karhutla bukan hanya soal memadamkan api. Upaya pencegahan, kesiapan personel, deteksi dini, dan kolaborasi dengan masyarakat menjadi bagian penting untuk menjaga wilayah OKI dari ancaman kebakaran yang berulang.
Artini














