Kupang, NTT — Pukanews.com — Upaya pelestarian alam dan peningkatan ekonomi menjadi fokus utama dalam pembukaan lahan pertanian terpadu seluas 12 hektar di tapal batas Republik Indonesia – Republik Demokratik Timor Leste (RI-RDTL). Kasrem 161/Wira Sakti Kupang, Kolonel Simon Petrus Kamlasi, menekankan pentingnya menjaga keseimbangan lingkungan dan memanfaatkan sumber daya air secara berkelanjutan untuk kebutuhan vital seperti air bersih dan pertanian.
Dalam kesempatan tersebut, Kasrem 161/Wira Sakti Kupang mengajak masyarakat untuk berperan aktif dalam menjaga kelestarian alam dan sumber daya air. “Mari kita jaga bersama apa yang telah diberikan kepada kita agar dapat dimanfaatkan secara berkelanjutan untuk kebutuhan air bersih dan pertanian,” ungkap Kasrem Kamlasi. “Penebangan pohon secara sembarangan harus dihindari, dan mari kita bersama-sama menjaga sumber air yang kita miliki untuk kepentingan masyarakat.”
Lebih lanjut, Kasrem Kamlasi, yang akrab disapa SPK, menyampaikan pesan penting terkait keberlanjutan lingkungan. “Menjaga alam dan sumber daya air merupakan kebutuhan utama manusia. Di Kabupaten Timor Tengah Selatan (TTS), banyak lahan yang belum dimanfaatkan. Oleh karena itu, penting bagi kita untuk memanfaatkan sumber daya air yang ada dengan bijak, terutama melalui penggunaan pompa hidram dan sumur bor yang telah disediakan untuk mendukung kegiatan pertanian,” ujarnya.
Pembukaan lahan pertanian ini merupakan langkah awal dalam mewujudkan Integrated Farming System (sistem pertanian terpadu). Sistem ini mengintegrasikan kegiatan sub sektor pertanian, tanaman, ternak, dan ikan untuk meningkatkan efisiensi dan produktivitas sumber daya, mendukung produksi pertanian, meningkatkan ekonomi, melestarikan sumber daya alam, serta meningkatkan kemandirian dan kesejahteraan petani secara berkelanjutan.
“Integrated Farming System ini diharapkan dapat membantu pemerintah dalam program penyediaan makanan tambahan bagi masyarakat. Kita prediksi setiap hari harus ada sayur, telur, dan ikan yang keluar dari sini sehingga program pemerintah untuk memberikan sentuhan langsung kepada masyarakat dapat berkesinambungan,” jelas SPK.
SPK menambahkan bahwa banyak tenaga kerja Indonesia yang berada di luar negeri dapat menerapkan ilmu smart farming yang mereka pelajari di sana. “Mereka dapat menjadi energi terbarukan dengan menggunakan solar cell, pompa hidram, dan lain sebagainya. Hal ini akan menjadi percontohan dan dapat direplikasi di daerah lain,” tuturnya.
Pembukaan lahan pertanian ini dihadiri oleh sejumlah pejabat penting, termasuk Danrem 161/Wira Sakti, Brigjen TNI Joao Xavier Barreto Nunes, Kasrem 161/Wira Sakti Kupang, Kolonel Simon Petrus Kamlasi (SPK), Kasi Ops Kasrem 161/Wira Sakti Kolonel Inf. Herwin Rizayan Iszal, S.I.P., M.Si., Dandim 1605/Belu Letkol Arh. Suhardi, serta diikuti secara virtual melalui Vicon oleh Kodim 1621/TTS dan Kodim 1604/Kupang, tepatnya Koramil 1604-08/Sabu Raijua.
Kegiatan ini tidak hanya menandai dimulainya pembukaan lahan baru, tetapi juga menegaskan komitmen untuk menjaga kelestarian alam dan sumber daya air guna mendukung kehidupan dan pertanian di wilayah tapal batas RI-RDTL.













