Mahasiswa KKN UmKoe Edukasi Siswa SDK Muder Teresa, Dorong Sekolah Aman dan Bebas Bullying

PUKANEWS.COM, KUPANG — Upaya membangun lingkungan pendidikan yang aman, nyaman, dan bebas dari perundungan terus mendapat perhatian. Mahasiswa Universitas Muhammadiyah Kupang (UmKoe) yang tengah menjalankan program Kuliah Kerja Nyata (KKN) di Kelurahan Oebufu, Kecamatan Oebobo, Kota Kupang, turut mengambil bagian melalui edukasi anti-bullying bagi siswa sekolah dasar.

Kegiatan tersebut digelar di SDK Muder Teresa Kupang pada Jumat (28/8/2026), dengan mahasiswa KKN yang dipimpin Sergius Bety sebagai pelaksana sosialisasi.

Kegiatan ini menjadi bagian dari program pengabdian kepada masyarakat sekaligus upaya menanamkan kesadaran kepada anak-anak mengenai pentingnya membangun hubungan pertemanan yang sehat, saling menghormati, serta berani mencegah tindakan perundungan sejak dini.

Dalam penyampaian materi, mahasiswa KKN menjelaskan bahwa bullying tidak selalu berbentuk kekerasan fisik. Perundungan juga dapat muncul melalui ucapan maupun perilaku, seperti mengejek, menghina, mengancam, mempermalukan, mengucilkan, hingga menyebarkan informasi yang dapat menyakiti orang lain.

Mahasiswa juga mengingatkan bahwa perkembangan teknologi membuat perundungan dapat terjadi di ruang digital. Tindakan menghina, mempermalukan atau menyebarkan sesuatu yang merugikan orang lain melalui media sosial juga dapat menjadi bentuk cyberbullying.

Materi disampaikan secara sederhana dan interaktif sehingga mudah dipahami para siswa. Mereka diajak membedakan antara candaan yang sehat dengan perilaku yang sudah masuk dalam kategori perundungan.

Sebab, candaan dapat berubah menjadi bullying ketika dilakukan berulang kali, merendahkan, menyakiti perasaan, menimbulkan rasa takut, atau membuat seseorang merasa tidak nyaman.

Selain mengenali bentuk-bentuk perundungan, para siswa juga diberikan pemahaman mengenai dampak yang dapat dialami korban. Bullying dapat memengaruhi rasa percaya diri, kondisi emosional, kenyamanan berada di sekolah, hubungan sosial, hingga konsentrasi dan proses belajar.

Mahasiswa KKN kemudian mengajak para siswa untuk tidak menjadi pelaku maupun hanya diam ketika menyaksikan tindakan perundungan. Mereka didorong untuk peduli kepada teman, memberikan dukungan kepada korban, serta melaporkan kejadian kepada guru, orang tua, atau orang dewasa yang dipercaya.

Suasana sosialisasi berlangsung interaktif. Para siswa terlihat antusias mengikuti materi, menjawab pertanyaan, berdiskusi, dan mengikuti berbagai aktivitas edukatif yang diberikan mahasiswa KKN.

Melalui kegiatan tersebut, mahasiswa KKN UmKoe berharap pemahaman siswa mengenai bahaya bullying semakin kuat. Edukasi ini diharapkan mampu mendorong terbentuknya budaya pertemanan yang positif dengan mengedepankan sikap saling menghargai, peduli, dan menghormati perbedaan.

Sosialisasi anti-bullying di SDK Muder Teresa menjadi salah satu bentuk nyata kontribusi mahasiswa KKN UmKoe selama melaksanakan pengabdian di Kelurahan Oebufu.

Kegiatan tersebut diharapkan tidak berhenti sebagai sosialisasi semata, tetapi menjadi langkah awal untuk menumbuhkan kesadaran bersama dalam menciptakan lingkungan sekolah yang ramah, aman, nyaman, dan bebas dari perundungan.

Sat

Exit mobile version