Korban Longsor di Desa Sabun TTS Keluhkan Lambatnya Respons Pemerintah Daerah

PukaNews.com, TIMOR TENGAH SELATAN – Bencana tanah longsor melanda Desa Sabun, Kecamatan Boking, Kabupaten Timor Tengah Selatan (TTS), Nusa Tenggara Timur, pada Sabtu (22/3/2025) sekitar pukul 18.00 Wita. Bencana yang disebabkan oleh hujan deras ini mengakibatkan lima rumah warga di RT 07 desa tersebut tertimbun material longsor, menyebabkan kerugian besar bagi lima kepala keluarga yang terdiri dari 28 jiwa.

Menurut informasi yang dihimpun dari lapangan, hujan deras yang mengguyur wilayah tersebut menjadi pemicu utama terjadinya longsor. Akibatnya, lima keluarga di Dusun Liukaes, Desa Sabun, kehilangan tempat tinggal karena rumah mereka mengalami kerusakan parah dan tidak lagi layak huni.

Salah seorang tokoh masyarakat Desa Sabun menyampaikan kekecewaannya terhadap respons Pemerintah Daerah (Pemda) Timor Tengah Selatan yang dinilai lambat dalam menangani dampak longsor di desa mereka. Ia membandingkan situasi di Desa Sabun dengan penanganan bencana longsor di Kuatae, di mana Pemda TTS disebut telah memberikan perhatian dan menempatkan warga terdampak di gedung olahraga (GOR).

“Dampak longsor di Desa Sabun sampai saat ini Pemda TTS belum tanggapi, sementara pemda hanya urus dampak bencana longsor di Kuatae yang sementara menginap di gor,” ujar tokoh masyarakat tersebut dengan nada kesal, seperti dikutip dari laporan yang diterima PUKANEWS.

Tokoh masyarakat tersebut juga mempertanyakan apakah masyarakat RT 07 Desa Sabun, Kecamatan Boking, tidak dianggap sebagai bagian dari Kabupaten Timor Tengah Selatan, sehingga respons dari pemerintah daerah terkesan berbeda dengan penanganan di Kuatae.

“Apakah masyarakat RT 07 Desa Sabun, Kec. Boking bukan bagian dari Timor Tengah Selatan (TTS) sehingga sampai saat ini pemda belum ada tanggapan untuk masyarakat Desa Sabun ini, atau hanya masyarakat Kuatae yang bagian dari Timor Tengah Selatan (TTS) sehingga Pemda fokus hanya untuk masyarakat Kuatae,” lanjutnya dengan nada penuh kekecewaan.

Di tengah kekecewaan terhadap respons pemerintah daerah, masyarakat Desa Sabun menyampaikan rasa terima kasih kepada Direktur Yayasan Yusinta Ningsih Sejahtra (YNS), Yusinta Ningsih Nenobahan. Yayasan tersebut dinilai telah bergerak cepat untuk memberikan bantuan kepada lima kepala keluarga yang terdampak longsor di RT 07 Desa Sabun, Kecamatan Boking. Bantuan dari pihak yayasan ini menjadi harapan bagi para korban longsor yang saat ini membutuhkan uluran tangan.

Hingga berita ini diturunkan, belum ada pernyataan resmi dari Pemerintah Daerah Timor Tengah Selatan terkait dengan lambatnya respons penanganan longsor di Desa Sabun dan perbandingan penanganannya dengan wilayah Kuatae.

[ Jitron ]

Exit mobile version