Kontroversi Sejarah Desa Tanjung Tambak, Akun Facebook Info Sumsel Terancam Dilaporkan Warga

Kayuagung, PukaNews.com – Sebuah unggahan di akun Facebook Info Sumsel tentang sejarah Desa Tanjung Tambak, Kabupaten Ogan Komering Ilir (OKI), Sumatera Selatan, memicu kegaduhan di kalangan warga setempat. Pasalnya, informasi yang disampaikan dianggap tidak akurat dan terkesan mengada-ada.

Unggahan yang berjudul “Mengenal Desa Tanjung Tambak” tersebut menyajikan narasi tentang asal-usul desa dan penemuan sebuah makam yang dianggap sebagai penanda berdirinya desa. Namun, sejumlah warga, terutama generasi tua, membantah keras informasi tersebut.

MW (60), salah seorang warga asli Tanjung Tambak, mengungkapkan kekecewaannya.

“Sejarah yang mereka tulis itu tidak benar, terlalu dibuat-buat. Banyak anak muda yang tidak tahu apa-apa ikut-ikutan menyebarkan informasi yang salah itu,” ujarnya geram.

BR, mantan Kepala Desa Tanjung Tambak, juga angkat bicara. Ia menegaskan bahwa sejarah yang sebenarnya tentang penemuan nama desa sangat berbeda dengan yang diunggah di Facebook Info Sumsel.

“Sejarah yang benar itu berasal dari zaman nenek moyang kita dulu,” tegasnya. BR juga mempertanyakan sumber dan keabsahan informasi yang disebarkan oleh akun tersebut.

MP, warga lain yang merasa terganggu dengan unggahan tersebut, mencoba menghubungi pemilik akun Facebook Info Sumsel untuk meminta klarifikasi. Namun, upayanya tidak membuahkan hasil.

“Saya mencoba menelepon, tapi tidak diangkat. Ketika saya mengirim pesan melalui WhatsApp, hanya dibalas dengan alasan tidak bisa ditelepon karena sudah malam. Bahkan, nomor saya langsung diblokir. Ini menunjukkan bahwa akun tersebut tidak bertanggung jawab,” keluhnya.

Kepala Desa Tanjung Tambak, Baijuri IB, mengimbau warganya, terutama generasi muda, untuk lebih bijak dalam menggunakan media sosial. Ia mengingatkan agar tidak mudah terpancing dan ikut menyebarkan informasi yang belum terverifikasi kebenarannya.

“Jangan sampai kita ikut-ikutan menyebarkan berita yang tidak benar, apalagi tentang sejarah desa kita sendiri. Mari kita jaga warisan nenek moyang dengan melestarikan sejarah yang benar,” ujar Baijuri.

Hingga berita ini diturunkan, upaya konfirmasi dari awak media kepada akun Facebook Info Sumsel belum membuahkan hasil. Nomor telepon dan WhatsApp yang tertera di akun tersebut tidak aktif.

Kasus ini menjadi pengingat penting bagi kita semua untuk lebih berhati-hati dalam menerima dan menyebarkan informasi di media sosial. Kebenaran informasi harus selalu diutamakan, terutama jika menyangkut sejarah dan identitas suatu komunitas.

Bagi para pengelola akun media sosial, tanggung jawab atas informasi yang disebarkan harus dijunjung tinggi. Jangan sampai informasi yang tidak akurat atau bahkan hoaks menimbulkan keresahan dan konflik di masyarakat.

(WIN)

Editor: Admin
Exit mobile version