PUKANEWS.COM, OKI — Konektivitas jalan menjadi kunci kelancaran mobilitas masyarakat dan distribusi hasil usaha di Kabupaten Ogan Komering Ilir (OKI), Sumatera Selatan. Karena itu, pemerintah daerah terus mendorong peningkatan sejumlah ruas jalan dengan dukungan pemerintah pusat melalui berbagai skema pendanaan.
Upaya tersebut dilakukan melalui penanganan sejumlah ruas, antara lain Sumber Hidup–Kayulabu, Kayulabu–Talang Jaya, Rimba Naning, serta Talang Jaya–Sungai Menang. Dukungan pendanaan dari pemerintah pusat menjadi bagian penting dalam memperluas jangkauan penanganan jalan di tengah kebutuhan infrastruktur OKI yang masih besar.
Melalui program Instruksi Presiden Jalan Daerah (IJD), peningkatan jalan pada ruas Sumber Hidup–Kayulabu mencakup panjang 10,382 kilometer. Sementara itu, Dana Bagi Hasil (DBH) Sawit dimanfaatkan untuk peningkatan jalan Kayulabu–Talang Jaya sepanjang 5 kilometer dan ruas Rimba Naning sepanjang 0,9 kilometer. Adapun melalui Dana Alokasi Khusus (DAK), penanganan dilakukan pada ruas Talang Jaya–Sungai Menang sepanjang 2,36 kilometer.
Bupati OKI H. Muchendi Mahzareki mengatakan, kolaborasi antara pemerintah kabupaten, provinsi, dan pusat diperlukan agar penanganan infrastruktur dapat menjangkau lebih banyak wilayah dan memberikan manfaat bagi masyarakat.
“Pembangunan jalan bukan sekadar membenahi infrastruktur, tetapi juga membuka akses masyarakat terhadap kegiatan ekonomi dan pelayanan dasar. Karena itu, kami terus mendorong sinergi dengan pemerintah pusat dan provinsi agar penanganan jalan di OKI dapat dilakukan secara bertahap sesuai kebutuhan dan kemampuan pendanaan,” demikian usulan kutipan Bupati yang perlu dikonfirmasi sebelum diterbitkan.
Tantangan Jalan Kabupaten Masih Besar
Kebutuhan peningkatan jalan di OKI masih cukup besar. Dari total panjang jalan kabupaten sekitar 1.467,638 kilometer, kondisi jalan mantap tercatat baru mencapai 32,90 persen. Kondisi ini menunjukkan perlunya penanganan berkelanjutan melalui perencanaan yang terarah serta dukungan pendanaan lintas pemerintahan.
Selain meningkatkan kualitas ruas yang sudah ada, pengembangan akses menuju kawasan strategis juga menjadi perhatian. Salah satunya melalui rencana akses Exit Tol Mataram Jaya yang berpotensi memperkuat keterhubungan OKI dengan jaringan jalan tol dan membuka peluang pergerakan barang serta aktivitas ekonomi ant wilayah.
Peningkatan konektivitas tersebut membutuhkan koordinasi antara pemerintah kabupaten, provinsi, dan pusat, termasuk kepastian tahapan pembangunan serta penyelesaian kebutuhan lahan sesuai ketentuan.
Red
