banner Penkab Muba

Agama  

Keutamaan Shalat Berjamaah, Jalan Menguatkan Iman dan Persaudaraan

PukaNews.com, Kayuagung — Shalat merupakan ibadah yang paling agung setelah syahadat. Namun, salah satu amalan yang masih sering dilalaikan adalah melaksanakan shalat secara berjamaah, khususnya di masjid.

Hal tersebut disampaikan Hermanto, S.Pd.I., M.Si., Dosen Universitas Islam Ogan Komering Ilir (UNISKI) Kayuagung, dalam refleksi keagamaan mengenai pentingnya menjaga shalat berjamaah.

Rasulullah ﷺ bersabda:

«صَلَاةُ الْجَمَاعَةِ أَفْضَلُ مِنْ صَلَاةِ الْفَذِّ بِسَبْعٍ وَعِشْرِينَ دَرَجَةً»

“Shalat berjamaah lebih utama daripada shalat sendirian dengan dua puluh tujuh derajat.”

(HR. Bukhari dan Muslim)

Menurut Hermanto, masjid tidak hanya menjadi tempat untuk menunaikan kewajiban shalat. Lebih dari itu, masjid merupakan tempat mendekatkan diri kepada Allah SWT, memperkuat ukhuwah Islamiyah, sekaligus membangun kepedulian terhadap sesama.

Di masjid, berbagai latar belakang manusia bertemu dalam kedudukan yang sama. Orang kaya dan miskin, pejabat maupun rakyat, tua dan muda, berdiri dalam satu barisan, menghadap kiblat yang sama dan bersujud kepada Allah SWT.

Allah Subhanahu wa Ta’ala berfirman:

«وَارْكَعُوا مَعَ الرَّاكِعِينَ»

“Dan rukuklah bersama orang-orang yang rukuk.”

(QS. Al-Baqarah: 43)

Hermanto menilai, persoalan utama bukan terletak pada mengetahui keutamaan shalat berjamaah, melainkan bagaimana membangun konsistensi dan istiqamah dalam menjalankannya.

Ia memberikan sejumlah langkah yang dapat dilakukan untuk membiasakan diri menjaga shalat berjamaah.

Pertama, menanamkan niat dan tekad. Setiap Muslim perlu memiliki komitmen untuk menjaga shalat berjamaah dan memohon pertolongan Allah SWT agar diberikan kekuatan untuk menjalankannya.

Kedua, segera meninggalkan pekerjaan ketika azan berkumandang. Kesibukan dunia tidak akan pernah benar-benar selesai. Karena itu, waktu shalat hendaknya tidak dikorbankan hanya karena mengejar pekerjaan yang dapat dilanjutkan setelahnya.

Ketiga, membiasakan diri berjalan ke masjid. Menurutnya, seseorang tidak harus menunggu datangnya rasa rajin untuk pergi ke masjid. Justru kebiasaan mendatangi masjid secara rutin dapat menumbuhkan kecintaan terhadap ibadah tersebut.

Keempat, memilih lingkungan pertemanan yang baik. Lingkungan memiliki pengaruh besar terhadap konsistensi seseorang dalam beribadah. Berteman dengan orang-orang yang mencintai masjid dapat membantu menjaga semangat untuk melaksanakan shalat berjamaah.

Kelima, memperbanyak doa kepada Allah SWT. Keistiqamahan dalam beribadah bukan hanya bergantung pada kekuatan manusia, tetapi juga merupakan bentuk pertolongan dan hidayah dari Allah SWT.

Hermanto mengingatkan agar umat Islam tidak menunda-nunda untuk memperbaiki kualitas ibadah.

“Jangan menunggu tua untuk rajin ke masjid. Jangan menunggu sakit untuk mengenal Allah. Jangan menunggu ajal datang baru kita ingin memperbaiki shalat,” pesannya.

Selama masih diberikan umur dan kesempatan, umat Islam diajak untuk menghidupkan masjid dengan shalat berjamaah serta memperkuat hubungan dengan Allah SWT dan sesama manusia.

“Semoga setiap langkah kita menuju masjid menjadi langkah menuju ampunan Allah, setiap rakaat menjadi sebab bertambahnya iman, dan setiap sujud menjadi jalan menuju keselamatan dunia dan akhirat,” pungkasnya.(*)

Oleh: Hermanto.S.Pd.I., M.Si

Dosen UNISKI Kayuagung.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *