Karhutla Hanguskan 5 Hektare Lahan di Tanjung Pule, Tim Gabungan Berjibaku Padamkan Api

PUKANEWS.COM, OGAN ILIR — Kebakaran hutan dan lahan (Karhutla) melanda wilayah Desa Tanjung Pule, Kecamatan Indralaya Utara, Kabupaten Ogan Ilir, Sumatera Selatan, Sabtu (19/9/2026).

Kebakaran yang terdeteksi sekitar pukul 13.45 WIB tersebut membakar lahan yang diperkirakan mencapai ±5 hektare. Vegetasi yang terdampak meliputi semak belukar, tanaman gelam hingga kebun sawit.

Mengetahui adanya titik api, tim gabungan langsung melakukan ground check dan penanganan di lokasi. Personel Koramil 402-07/Indralaya bersama Bhabinkamtibmas, BKO Polda Sumsel, Manggala Agni, BPBD, pemerintah desa serta masyarakat bahu-membahu melakukan pemadaman.

Proses pemadaman dilakukan dengan memanfaatkan sumber air dari kanal di sekitar lokasi. Tim juga mengerahkan sejumlah peralatan, mulai dari mesin jinjing dan sprayer gendong hingga dukungan helikopter water bombing untuk membantu menjinakkan kobaran api.

Hingga sekitar pukul 20.30 WIB, tim berhasil memadamkan api pada area sekitar ±0,5 hektare. Meski kobaran api telah berhasil dikendalikan, sejumlah titik masih mengeluarkan asap sehingga petugas melanjutkan proses pendinginan dan pemantauan untuk mengantisipasi munculnya kembali titik api.

Danramil 402-07/Indralaya Lettu Kav Adam menegaskan, personel gabungan akan terus memantau kawasan yang terdampak, terutama pada titik-titik yang masih mengeluarkan asap.

“Kami bersama tim gabungan terus melakukan upaya pemadaman, pendinginan, dan pemantauan di lokasi. Meskipun api sudah padam, titik-titik yang masih mengeluarkan asap tetap kami pantau untuk memastikan tidak terjadi penyalaan kembali,” ujar Lettu Kav Adam.

Ia juga mengimbau masyarakat untuk tidak melakukan pembakaran lahan serta segera melaporkan kepada petugas apabila menemukan titik api.

Penanganan Karhutla tersebut menjadi bagian dari upaya Kodim 0402/OKI-OI bersama unsur terkait dalam memperkuat pencegahan dan penanggulangan kebakaran hutan dan lahan. Kolaborasi antara aparat, pemerintah daerah dan masyarakat terus diperlukan untuk mencegah meluasnya kebakaran, khususnya di tengah kondisi lahan yang rawan terbakar.

Red

Exit mobile version