JAKARTA, PUKANEWS.COM — Tokoh-tokoh adat Amanatun, yang dipimpin oleh Usif (Raja) Drs. Jonatan Banunaek, menggelar pertemuan silaturahmi dengan masyarakat Amanatun di Jabodetabek pada Jumat (6/9/2025). Pertemuan yang berlangsung di Kapuk Vilamas, Penjaringan, Jakarta Utara ini, diadakan di sela-sela acara pernikahan seorang warga Amanatun, dan bertujuan untuk memperkuat dukungan bagi perjuangan Daerah Otonomi Baru (DOB) Amanatun.
Dalam kesempatan tersebut, hadir Direktur sebuah media online Wilber Petrus Ottu, yang akrab disapa Willy. Kehadirannya disambut hangat oleh Usif, Meo (pembantu raja), serta para Fetor (kepala suku) dan tim pemerhati DOB Amanatun.
Sebagai putra Amanatun yang berada di ibu kota, Willy Ottu menyatakan kesiapan penuhnya untuk mendukung perjuangan Masyarakat Adat Amanatun (Makana) dalam mengawal DOB Amanatun hingga berhasil dimekarkan. “Saya secara pribadi dan juga sebagai anak Amanatun di ibu kota ini berterima kasih kepada Makana. Saya siap mengawal perjuangan DOB Amanatun hingga mekar,” ungkapnya.
Willy Ottu menegaskan bahwa pihaknya akan terus memberitakan dan membantu perjuangan Makana. “Kami akan selalu bersama Usif, Meo, dan para Fetor dalam mengawal Amanatun hingga mekar,” tegasnya.
Seruan Meo dan Usif untuk Persatuan
Terpisah, Meo Amanatun, Yohanes Tafuli, S.Sos, menyampaikan terima kasih mendalam atas dukungan masyarakat Amanatun di Jakarta. “Kami mohon dengan hormat dari hati kami yang paling dalam, mari kita bersatu bergandengan tangan bersama kami di Makana. Kami mohon doa kepada Tuhan, semoga Amanatun cepat mekar dalam waktu dekat ini,” ucapnya.
Menurut Tafuli, kedatangan mereka bersama empat Kefetoran di Jakarta murni dari hati dan tidak terkait dengan politik. Ia meminta agar putra dan putri Amanatun di ibu kota menjadi jembatan penghubung dalam perjuangan memajukan kampung halaman.
Hal senada juga disampaikan Usif Amanatun, Drs. Jonatan Banunaek. Ia menyampaikan terima kasih tulus atas pertemuan yang membahagiakan ini. “Mari kita bersatu dan bergandengan tangan dalam mengawal maksud dan tujuan kami. Apa yang kami lakukan ini tulus demi Amanatun untuk anak cucu kita ke depannya. Semoga Tuhan mendengarkan doa kita,” ujar Banunaek.
Acara silaturahmi ini diakhiri dengan yel-yel “Amanatun Mekar!” dan pelelangan sebuah kaus hitam berlogo rumah adat Amanatun, yang berhasil dilelang seharga Rp500.000,00 sebagai bentuk dukungan dana.
Reporter : Jitron
