Berita  

Harlah ke-65 PMII, Imran Alwi. Fuad: PMII Garda Terdepan Jaga Ideologi Bangsa di Kabupaten Fakfak

PUKANEWS.COM, FAKFAK — Dalam rangka memperingati Hari Lahir (Harlah) ke-65 Pergerakan Mahasiswa Islam Indonesia (PMII) yang jatuh pada hari ini Kamis, 17 April 2025, Kader Pergerakan Mahasiswa IsIam Indonesia (PMII) Cabang Fakfak, Imran Alwi. Fuad, menyampaikan apresiasi mendalam terhadap kontribusi organisasi tersebut.

Menurut Imran Alwi, PMII telah berperan penting dalam menjaga semangat nasionalisme serta mempertahankan keutuhan ideologi kebangsaan di tengah dinamika kehidupan berbangsa dan bernegara.

Ia menilai, selama 65 tahun sejak berdirinya, PMII konsisten menjadi garda terdepan dalam menyuarakan nilai-nilai kebangsaan dan memperjuangkan aspirasi rakyat, khususnya kalangan muda dan mahasiswa.

Imran menegaskan bahwa PMII memiliki peran signifikan dalam sejarah bangsa, sebagai wadah yang menanamkan nilai cinta tanah air dan semangat nasionalisme serta berasaskan Islam Ahlu Sunnah Wal Jamaah, sebagaimana diwariskan oleh para kiai pendiri Nahdlatul Ulama (NU).

“PMII menanamkan nilai-nilai nasionalisme, sebagaimana yang diwariskan oleh para kiai dan sesepuh pendiri Nahdlatul Ulama. Semangat inilah yang menjadi landasan utama bagi para pendiri PMII. Melalui momentum yang berharga ini, saya, sebagai salah satu kader PMII di Kabupaten Fakfak dan juga sebagai Calon Ketua PKC PMII Papua Barat Periode 2024–2026, menyatakan komitmen untuk terus menjaga keutuhan NKRI dan menjunjung tinggi Pancasila sebagai ideologi bangsa, sebagaimana yang telah disepakati oleh para pendiri negara,” ungkap Imran Alwi kepada media ini, Kamis (17/4/2025).

Ia menegaskan bahwa PMII, sebagai organisasi kader di bawah naungan Nahdlatul Ulama, memegang peran penting dalam merawat dan mengokohkan ideologi keagamaan dan kebangsaan yang moderat. PMII diharapkan senantiasa berada di barisan terdepan dalam menjaga empat pilar kebangsaan: Pancasila, UUD 1945, Negara Kesatuan Republik Indonesia, serta Bhinneka Tunggal Ika.

“PMII menanamkan nilai pentingnya merawat ideologi keagamaan yang moderat serta komitmen terhadap ideologi kebangsaan. Salah satu wujud nyata dari hal tersebut adalah menjaga keutuhan Indonesia sebagai negara kesatuan yang berlandaskan pada Pancasila dan UUD 1945, dalam semangat kebhinekaan,” tegasnya.

Mantan Kepala Biro PKC PMII Papua Barat dan Papua Barat Daya itu menyampaikan bahwa di tengah arus globalisasi dan dinamika geopolitik internasional yang kian cepat, PMII dituntut untuk tetap menjadi garda terdepan dalam menjaga dan merawat nilai-nilai luhur bangsa.

Hal ini selaras dengan prinsip hubbul wathan minal iman, bahwa mencintai tanah air adalah bagian dari iman. Sebagai organisasi kader, PMII harus terus menjaga empat konsensus kebangsaan, karena itulah jati diri bangsa Indonesia,” ujar Imran Alwi. Fuad yang akrab disapa Alwi.

Ia juga mengingatkan para kader muda PMII untuk senantiasa menjaga martabat organisasi, serta menjadi pribadi yang santun, beretika, dan menjunjung tinggi nilai-nilai akhlakul karimah dalam setiap tahapan kaderisasi.

“Teruslah bergerak dan berproses, adik-adikku di PMII. Rawatlah marwah PMII sebagai organisasi kemahasiswaan dan kaderisasi yang menjunjung tinggi etika serta akhlak mulia di tengah dinamika perubahan zaman,” ujar Imran Alwi, yang merupakan salah satu bakal calon Ketua PKC PMII Papua Barat ini.

Terakhir, Imran menyampaikan harapannya agar PMII terus melahirkan kader-kader pergerakan yang tak hanya tangguh secara intelektual dan spiritual, tetapi juga mampu menjadi benteng ideologi Ahlussunnah wal Jama’ah an-Nahdliyah serta menjaga nilai-nilai kebangsaan.

 

Reporter : Hasrun Sudak

Exit mobile version