PUKA NEWS, Kayuagung – Pemuda Pancasila OKI melalui MPC dan BPPH telah hadir ke Kantor Disnakertrans OKI pada Senin (30/06/2025) untuk menghadiri pemanggilan mediasi dengan PT. CPI (Cipta Pekerja Indonesia) terkait laporan keterlambatan gaji dan dugaan intimidasi kepada pekerja. Namun, pihak PT. CPI kembali mangkir dan tidak hadir pada pemanggilan ini.
Sebagai bentuk ketegasan, Disnakertrans OKI menjadwalkan pemanggilan ketiga kepada PT. CPI pada Selasa, 1 Juli 2025 pukul 11.00 WIB dan menyatakan akan berkonsultasi dengan PTSP OKI terkait rekomendasi pencabutan izin perusahaan apabila PT. CPI kembali tidak hadir pada pemanggilan ketiga.
Langkah ini diapresiasi oleh Pemuda Pancasila sebagai bentuk tindakan nyata keberpihakan Disnakertrans OKI kepada tenaga kerja, sekaligus peringatan kepada perusahaan agar mematuhi peraturan ketenagakerjaan dan menghormati proses mediasi yang telah difasilitasi pemerintah.
“Ini menunjukkan keberpihakan nyata pemerintah kepada pekerja, dan menjadi bukti bahwa negara hadir untuk melindungi buruh,” ujar Muhammad Akbar, S.E., Ketua MPC Pemuda Pancasila OKI.
Pemuda Pancasila OKI menyatakan siap terus mengawal proses ini hingga selesai, demi menjaga marwah Ogan Komering Ilir sebagai daerah yang berpihak kepada rakyat dan ramah investasi yang taat hukum. RED













