PUKANEWS.COM, FAKFAK — Umat Katolik di Stasi Santo Aloysius Gonzaga Gewerpe, Paroki Santo Yosep Fakfak, Papua Barat, merayakan Vigili Paskah dalam suasana sederhana namun penuh kekhusyukan, Sabtu (4/4/2026) malam.
Perayaan yang menjadi puncak rangkaian Tri Hari Suci ini berlangsung dalam nuansa hening dan gelap sejak pukul 18.00 WIT. Umat berkumpul dengan penuh pengharapan, mengenang wafatnya Yesus Kristus sekaligus menantikan terang kebangkitan-Nya.
Rangkaian liturgi diawali dengan pemberkatan api baru di halaman gereja. Dari nyala api tersebut, Lilin Paskah dinyalakan sebagai simbol Kristus Sang Terang Dunia. Cahaya lilin kemudian dibagikan kepada umat, menciptakan suasana hangat dan sarat makna di tengah keterbatasan fasilitas.

Nyanyian Pujian Paskah atau Exsultet dilantunkan secara sederhana, namun tetap penuh penghayatan. Lagu pujian ini menjadi ungkapan sukacita atas karya keselamatan Allah, sekaligus menandai peralihan dari kegelapan menuju terang sebagai simbol kemenangan kehidupan atas kematian.
Dalam homilinya, Pastor Asisten Leonardus Laratmase, MSC, mengajak umat menjadikan Sabtu Suci sebagai momentum untuk memperkuat iman dan harapan, terutama dalam menghadapi berbagai tantangan kehidupan.
Liturgi Sabda yang dibacakan dalam perayaan tersebut mengajak umat menelusuri kembali sejarah keselamatan, mulai dari kisah penciptaan hingga penggenapan janji keselamatan melalui kebangkitan Kristus. Umat mengikuti setiap bacaan dengan penuh perhatian dan penghayatan.
Salah satu bagian penting dalam Vigili Paskah adalah pembaruan janji baptis. Dalam momen ini, umat secara sadar memperbarui komitmen iman dengan menolak dosa serta menyatakan kembali kepercayaan kepada Allah Tritunggal. Prosesi kemudian dilanjutkan dengan pemercikan air suci sebagai simbol pembaruan hidup dalam Kristus.
Perayaan mencapai puncaknya dalam Liturgi Ekaristi. Dalam suasana khidmat, umat mengikuti perjamuan kudus sebagai sumber kekuatan rohani.
Meski dilaksanakan dengan sarana terbatas, partisipasi umat terlihat tinggi. Seluruh rangkaian liturgi diikuti dengan tertib dan penuh penghayatan hingga akhir perayaan.
Vigili Paskah di Stasi Santo Aloysius Gonzaga Gewerpe menjadi cerminan bahwa iman umat tetap hidup dan bertumbuh, bahkan dalam kesederhanaan. Dari keheningan Sabtu Suci, umat diajak membawa terang Kristus dalam kehidupan sehari-hari, baik dalam keluarga maupun di tengah masyarakat.
Dengan berakhirnya perayaan tersebut, umat kini bersiap menyambut Hari Raya Paskah dengan hati yang diperbarui, penuh sukacita, serta harapan akan kehidupan baru dalam Kristus. (*)
Reporter: Imran Alwi. Fuad













