Terus Tekan Angka Stunting, Pemkab OKU Timur Jalankan Program Bapak/Ibu Asuh Anak Stunting

PukaNews.com, Oku Timur – Pemerintah Kabupaten OKU Timur melalui Dinas Pengendalian Penduduk dan Keluarga Berencana (DPPKB) OKU Timur menggelar Rembug Stunting di Aula Bina Praja II Setda OKU Timur, Selasa (1/8/2023).

Rembug Stunting tersebut dibuka langsung oleh Bupati OKU Timur Ir. H. Lanosin, didampingi oleh Wakil Bupati OKU Timur H.M. Adi Nugraha Purna Yudha, S.H yang bertindak sekaligus sebagai Ketua Tim Percepatan Penurunan Stunting (TPPS) Kabupaten OKU Timur.

Meskipun berhasil menekan angka stunting dan memperoleh berbagai macam penghargaan, Pemkab OKU Timur akan terus berupaya untuk menekan angka stunting ke angka terendah.

Dalam kesempatan itu, Kepala DPPKB OKU Timur H. Zaenal Abidin mengatakan, Rembug Stunting sekaligus menjadi agenda Pembentukan Bapak/Ibunda Asuh Anak Stunting.

Hal tersebut didasi Perbup No 19 Tahun 2019 tentang Pencanangan dan Komitmen Penanganan Stunting di OKU Timur, SK Bupati No 107 Tahun 2023 tentang Pembentukan TPPS Kabupaten, SK Bupati No 109 Tahun 2023 tentang Pembentukan TPPS Kecamatan, dan SK Bupati No 250 Tahun 2023 tentang Pembentukan Tim Pengelola Bapak/Bunda Asuh (Anas Stunting).

“Tujuan kegiatan ini untuk memastikan rencana kegiatan intervensi pencegahan dan penurunan stunting dilakukan bersama OPD, merumuskan intervensi gizi spesifik untuk mengatasi penyebab langsung dan tidak langsung dalam penanganan stunting dan tercapainya komitmen bersama lintas sektor dan lintas program percepatan penurunan stunting di OKU Timur,” jelasnya.

Dalam Bimbingan dan Arahannya, Bupati OKU Timur Ir. H. Lanosin mengatakan, berdasarkan laporan terakhir dari Dinas Kesehatan, anak-anak yang stunting di OKU Timur hanya di Angka 103 anak.

Ia juga menegaskan, untuk menghilangkan angka tersebut atau menyembuhkan anak yang terindikasi stunting, ia menginstruksikan adanya Bapak/Bunda Asuh Anak Stunting yang terdiri dari masing-masing OPD dan Kecamatan.

“Saya mengajak perangkat daerah untuk menanamkan pahala dan semoga imbalan surga bagi kita yang nantinya akan menjadi Bapak/Bunda Asuh Anak Stunting” lanjut Bupati Enos.

Bupati OKU Timur juga menambahkan, selain inovasi Bapak/Bunda Asuh Anak Stunting, program tersebut akan beriringan dengan program Merdeka Pangan Di Hatinya Perempuan.

“Hal ini memastikan anak anak mengkonsumsi makanan yang kualitasnya kita sendiri yang kontrol karena hasil tanaman sendiri. Saya ingin di 600 lebih posyandu di OKU Timur nenjadi titik merdeka pangan,” ujarnya.

Sementara Ketua TPPS, Wakil Bupati OKU Timur H.M Adi Nugraha Purna Yudha, S.H menyampaikan, dalam proses penanganan stunting tersebut TPPS telah membagi fenomena stunting ini menjadi 3 fase yaitu pra stunting atau sebelum stunting, saat stunting dan pasca stunting atau telah sembuh dari stunting namun tetap dalam pengawasan dan pendampingan.

Ia juga mengatakan, setiap anak sudah ada nilai gizi yang harus terpenuhi setiap harinya, sehingga dari data ini kita mengetahui tingkat kebutuhan asupan gizi anak yang terkena stunting.

“Hal ini akan memudahkan Bapak atau Bunda Asuh Anak Stunting dalam menjalankan amanahnya untuk menurunkan stunting di OKU Timur,” tegasnya.

Penulis: DoniEditor: Admin

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *