PUKANEWS.COM, FAKFAK –- Ratusan tenaga honorer non-database yang tergabung dalam Aliansi Non Database Honorer BKN Kabupaten Fakfak kembali mendatangi Kantor DPRD Fakfak, Rabu (16/4/2025), guna menuntut kejelasan atas tindak lanjut aksi mereka sebelumnya pada Senin (14/4).
Koordinator aksi, Hamzah Tunggin, menegaskan bahwa aksi kali ini berlangsung secara damai tanpa atribut, pamflet, maupun pengeras suara. Ia mengatakan, tujuan utama kedatangan mereka adalah untuk mendengar langsung hasil dari proses advokasi yang telah dilakukan oleh pihak DPRD.
“Kami datang bukan untuk membuat keributan. Kami hanya ingin tahu sejauh mana perkembangan dari aspirasi yang telah kami sampaikan. Ini menyangkut masa depan 1.261 honorer non-database di Fakfak,” ujar Hamzah kepada awak media.
Lebih lanjut, Hamzah menyampaikan bahwa para honorer tersebut telah mengabdi selama bertahun-tahun di berbagai instansi pemerintah daerah tanpa kepastian status kepegawaian. Mereka berharap adanya solusi konkret dari pemerintah daerah serta dukungan legislatif untuk mendorong kebijakan pusat yang lebih inklusif.
“Kami sangat menghargai proses dan aturan yang berlaku, tapi kami juga butuh kepastian. Harapan kami, DPRD bisa menyuarakan hal ini secara tegas kepada pemerintah pusat,” tambahnya.
Aksi ini merupakan bagian dari rangkaian perjuangan panjang para tenaga honorer di Fakfak yang hingga kini belum masuk dalam database BKN. Sebelumnya, mereka juga telah menggelar sejumlah aksi serupa demi memperjuangkan hak dan status mereka sebagai bagian dari tenaga kerja yang telah lama berkontribusi bagi pelayanan publik di daerah.
Dengan membawa semangat dialog dan harapan akan perubahan, mereka berharap pulang dari gedung DPRD hari ini dengan hasil yang mampu menjawab keresahan ribuan tenaga honorer di Kabupaten Fakfak.
Penulis: Imran Alwi Fuad
