PUKANEWS.COM, TEBING TINGGI — Pelayanan Tenaga kesehatan (Nakes) di Klinik Djohan yang beralamat di Jalan Kapten F Tandean Kota Tebing Tinggi , Sumatera Utara, dinilai buruk dan diduga tidak sesuai standar operasional prosedur (SOP).
Buruknya pelayanan kesehatan di Klinik Djohan tersebut disampaikan oleh pasangan suami istri Irlan Jaya Situmorang SH dan Kurnia Ningsih Saragih saat membawa anak mereka yang berusia 6 tahun untuk berobat ditempat itu karena anak mereka sedang mengalami sakit demam tinggi.
Kejadian bermula saat seorang perempuan oknum tenaga kesehatan atau Pegawai Klinik Djohan meletakkan alat kesehatan termometer diatas meja dokter sambil menyuruh orang tua anak tersebut untuk memeriksa sendiri suhu badan anaknya.
Melihat pelayanan yang tidak lazim dan diduga tidak sesuai SOP tersebut, Irlan Jaya Situmorang SH sebagai orang tua kandung (ayah) dari anak tersebut mengkritik pelayanan oknum pegawai tenaga kesehatan Klinik Djohan tersebut.
“Kenapa kami yang memeriksa anak kami sendiri yang sedang sakit, kami datang kemari mau berobat, kami serahkan dan kami percayakan semua penanganannya kepada tenaga medis atau tenaga kesehatan tempat kami berobat, karena kami sebagai masyarakat gak tau menau soal medis, makanya kami datang kesini mau berobatkan anak kami, kalau kami yang meriksa sendiri, ngapain kami datang kemari, dirumah ajalah kami,” jelas Irlan Jaya Situmorang SH mengkritik pelayanan yang tidak biasa tersebut.
Irlan Jaya Situmorang SH juga menyampaikan agar jangan seperti itu pelayanan kesehatan yang diberikan kepada masyarakat, karena menurut Irlan Jaya Situmorang SH yang juga aktif sebagai sosial kontrol dan praktisi hukum, masyarakat berhak mendapatkan pelayanan yang baik sesuai prosedur dan peraturanan undang-undang kesehatan.
“Selain obat yang diberikan, pelayanan dan komunikasi edukasi yang baik dari tenaga medis, juga menjadi obat buat pasien, karena dapat menjadi penyemangat dan membuat mental menjadi sehat,” tegas Irlan Jaya Situmorang SH yang juga sebagai Ketua Jaringan Media Siber Indonesia (JMSI) Kabupaten Serdang Bedagai – Kota Tebing Tinggi ini.
Saat Irlan mempertanyakan untuk mengkonfirmasi apakah pelayanan yang dilakukan oknum tersebut sudah sesuai prosedur atau SOP, tapi oknum pegawai tersebut malah mengambil handphone dari ruangan depan pelayanan dan masuk lagi keruangan dokter sambil merekam pasien yang sedang menyampaikan kritik dan saran terhadap pelayanan.
“Saya tenaga medis butuh tanda bukti, inilah merekam ini,” katanya sambil merekam orang tua pasien yang menyampaikan kritik terkait pelayanan.
Sambil berdiri dan goyang-goyang kaki, oknum Pegawai Klinik Djohan ini mengatakan bahwa pasien yang datang berobat jangan cari-cari alasan.
“Jangan cari alasan, gak ada disini cari-cari alasan,” katanya lagi seolah tidak memperbolehkan pasien yang datang untuk duduk sejenak, tanpa mengarahkan pasien sebagaimana mestinya untuk diberikan pelayanan kesehatan.
Parahnya lagi, oknum pegawai tenaga medis atau tenaga kesehatan ini seolah melarang masyarakat yang ingin menyampaikan koreksi ataupun kritik atas pelayanan yang diberikan.
“Jngan tenaga medis saja yang dikritik ya pak, kami pun wajib mengkritik, jangan hanya kami yang dikritik,” kata oknum ini lagi. Ujarnya.
Kru media online mengkonfirmasi mengenai keluhan masyarakat kepada penanggung jawab klinik djohan, dr junica Handayani mengatakan Sore Pak saya lg diluar kota, dan sedang di jln menuju Tebing Segera saya beri tanggapan, kalau sudah sampai, Terima kasih. Ujarnya.
Tanggapan pemerhati Hukum tentang keluhan masyarakat kepada oknum tenaga medis diduga tidak profesional melaksanakan tugas sebagai tenaga medis di klinik djohan, Alfianto sh mengatakan di minta kepada penanggung jawab klinik memberikan surat teguran secara tertulis kepada oknum tersebut yang sesuai aturan UU kesehatan yang berlaku di NKRI. Ujarnya (s.hadi Purba/Al)
