Simalungun, PukaNews.com – Peristiwa yang terjadi di Mapolsek Perdagangan, Kabupaten Simalungun, Sumatera Utara, pada Kamis (6/6/2024) sekitar pukul 14.50 WIB, memicu reaksi keras dari kalangan jurnalis. Kapolsek Perdagangan, AKP Juliapan Panjaitan, diduga membentak seorang wartawan tanpa alasan yang jelas, menimbulkan kemarahan dan kekecewaan di kalangan media.
Kejadian bermula ketika Mustar Nainggolan (39), pimpinan redaksi sekaligus pemilik media online PermakNews.Com, mendampingi seorang warga Nagori Pematang Kerasaan bernama Ajay Damanik untuk mengurus kendaraan yang ditilang oleh pihak Lantas Polres Simalungun. Ajay Damanik mendatangi Mapolsek Perdagangan pada pukul 13.30 WIB untuk membayar denda tilang.
Sesampainya di Mapolsek, Mustar Nainggolan menghubungi Kasat Lantas Polres Simalungun, Iptu J. Sinaga, untuk meminta nomor rekening Briva guna membayar denda tilang. Setelah nomor rekening diberikan, Ajay Damanik membayar denda tersebut di BRI-Link di luar Mapolsek. Setelah pembayaran selesai, Ajay Damanik menyerahkan bukti bayar kepada petugas dan mengambil kembali sepeda motornya.
Setelah urusan selesai, Mustar Nainggolan berpamitan kepada Kasat Lantas Iptu J. Sinaga dan para petugas lainnya yang sedang berkumpul di depan asrama Mapolsek Perdagangan. Saat hendak menuju parkiran untuk mengambil sepeda motornya, Mustar Nainggolan berpapasan dengan Kapolsek Perdagangan, AKP Juliapan Panjaitan.
Tanpa alasan yang jelas, Kapolsek Perdagangan langsung membentak Mustar Nainggolan dengan nada keras, “Ngapain kau…kau ngapain kemari…!!!” Mustar Nainggolan yang terkejut menjawab dengan tenang, “Maksudnya Pak… Mau mengurus ini… Ada yang saya urus, maksudnya kenapa rupanya Pak…? Apa salahkah aku kemari?”
Namun, AKP Juliapan Panjaitan tetap melanjutkan bentakannya, “Apa salah rupanya nanya kau…??” Hingga akhirnya dengan nada yang lebih keras, ia berkata, “Udah diam aja kau…!!!”
Mustar Nainggolan merasa sangat kecewa dan tersinggung atas perlakuan tersebut. “Saya sangat kecewa atas sikap dan perilaku Kapolsek Perdagangan, yang sudah menampilkan gaya arogan kepada saya, seorang wartawan,” ungkapnya dengan nada kecewa.
Dia juga menambahkan, “Karena tidak ada hujan dan tidak ada angin, tiba-tiba menyapa saya dengan nada suara bentakan keras tanpa alasan yang jelas. Kapolsek Perdagangan diduga seakan tidak menyukai keberadaan saya di Mapolsek Perdagangan, sementara tujuan saya datang hanyalah mendampingi warga sekaligus mengkonfirmasi kegiatan Polantas Polres Simalungun yang melakukan hunting di lapangan.”
Dengan kejadian ini, Mustar Nainggolan meminta Kapolda Sumatera Utara, Irjen. Pol. Agung Setya Imam Effendi, S.H., S.I.K., M.Si., dan Kapolri Jenderal Polisi Drs. Listyo Sigit Prabowo, M.Si., untuk mengambil tindakan tegas terhadap AKP Juliapan Panjaitan. Menurutnya, sikap arogan dan tidak mengayomi yang ditunjukkan oleh Kapolsek Perdagangan tidak mencerminkan sikap presisi sebagai anggota Polri.
“Saya akan melaporkan oknum Kapolsek Perdagangan AKP Juliapan Panjaitan kepada Propam Polda Sumatera Utara dan Mabes Polri,” tegas Mustar Nainggolan.
(Sam Hadi Tambak, SH)













