OGAN ILIR, PUKANEWS.COM – Sebuah mobil milik jurnalis TVRI di Kabupaten Ogan Ilir terbakar habis pada Kamis, 20 Oktober.2025 sekira pukul 11, 30 WIB, Kejadian ini menimbulkan kekhawatiran serius di kalangan aktivis dan pegiat media setempat mendesak Aparat Penegak Hukum (APH) untuk melakukan penyelidikan menyeluruh. Budi Gempita, tokoh pemuda dan aktivis di Ogan Ilir, 20/11.
ia menyatakan keraguannya terhadap alasan kebakaran yang diduga akibat korsleting teknis.
“Saya meragukan jika kebakaran ini hanya karena faktor teknis semata. Kondisi Ogan Ilir khususnya saat ini dalam konteks kritik dan pemberitaan penyelewengan anggaran sangat rawan, ”ujar Gempita.
Lebih lanjut, ia menyebutkan adanya potensi intimidasi dan tekanan dari oknum penguasa yang cenderung arogan dan menutup ruang bagi wartawan serta LSM yang kritis terhadap pemerintah daerah.
Gempita juga menyoroti kondisi mencurigakan di lokasi kejadian, termasuk adanya rumput dan ilalang rimbun yang diduga memungkinkan orang mendekati lokasi secara sengaja sebelum kebakaran.“Kami berharap Aparat Penegak Hukum tidak mengabaikan kejadian ini dan segera melakukan investigasi serius.
Penting agar APH juga menjalin komunikasi dengan jurnalis, LSM, dan ormas untuk menjamin keselamatan mereka,” tambah Gempita.
Sementara itu, Yudi Gromiko, jurnalis TVRI yang menjadi korban, menyatakan rasa syukur atas keselamatan dirinya meskipun mobilnya hangus terbakar. Ia menerima peristiwa ini sebagai takdir dan tetap berkomitmen melanjutkan tugas jurnalistiknya demi kebenaran.
Kejadian ini menjadi catatan penting bagi negara dan aparat terkait perlindungan terhadap kebebasan pers dan keamanan para pekerja media di daerah Ogan Ilir. Ungkap nya.
Reporter : Win
