Berita  

Mahasiswa KKN UM Kupang dan Aparat Desa Kesetnana Pasang Plang Nama Gang, Perkuat Identitas Wilayah

PukaNews.com, Kesetnana, Molo Selatan – Papan nama gang merupakan salah satu identitas penting yang perlu terpasang di setiap wilayah, terutama di kawasan pedesaan seperti Desa Kesetnana, Kecamatan Molo Selatan, Kabupaten Timor Tengah Selatan. Keberadaan plang ini menjadi penanda identitas desa sekaligus memudahkan pengunjung baru mengenali wilayah setempat.

Pada Rabu (19/8/2026), sebanyak 15 mahasiswa Kuliah Kerja Nyata (KKN) Universitas Muhammadiyah Kupang (UM Kupang) berkolaborasi dengan aparat Desa Kesetnana memasang plang nama gang di wilayah Dusun A dan Dusun D. Kegiatan ini merupakan wujud kepedulian mahasiswa dan aparat desa terhadap penataan wilayah agar lebih mudah dikenali, khususnya oleh pengunjung yang baru pertama kali datang.

Ketua Kelompok KKN Desa Kesetnana, Asri Sakan, mengatakan bahwa pemasangan plang nama gang ini merupakan langkah sederhana namun memberikan manfaat besar bagi masyarakat.

“Bagi kami, pemasangan plang nama gang untuk wilayah Desa Kesetnana adalah langkah yang kecil namun besar manfaatnya, terutama bagi pengunjung baru yang datang ke desa ini agar mudah mengenal wilayah dan tidak tersesat saat berkunjung,” ujar Asri.

Ia menambahkan, program tersebut telah dirancang sejak sebelum kelompoknya diterjunkan ke lokasi KKN. Asri juga menyampaikan rasa syukur dan bangga atas dukungan berbagai pihak, terutama pemerintah desa, masyarakat, serta dosen pembimbing lapangan, sehingga program kerja tersebut dapat terealisasi dengan baik.

“Kami berharap pemasangan plang nama gang ini dapat memperkuat identitas Desa Kesetnana sehingga membawa manfaat besar bagi masyarakat pada umumnya,” tuturnya.

Dosen Pembimbing Lapangan (DPL) Desa Kesetnana, Nia Kurniaty Rukman, S.Pd., M.Si. saat dimintai tanggapan melalui pesan WhatsApp, menyampaikan apresiasinya terhadap kegiatan tersebut.

“Menurut saya, kegiatan pemasangan plang gang di Desa Kesetnana menjadi contoh bahwa pengabdian kepada masyarakat tidak harus selalu dimulai dari sesuatu yang besar. Kadang-kadang, hal sederhana yang dibutuhkan masyarakat justru dapat memberikan manfaat yang langsung dirasakan,” ujarnya.

Nia menuturkan bahwa dirinya selalu mendorong mahasiswa untuk tidak sekadar membawa program, melainkan terlebih dahulu memahami kebutuhan nyata di lingkungan tempat mereka mengabdi. Menurutnya, pemasangan plang gang ini lahir dari kepekaan mahasiswa terhadap kebutuhan identitas dan informasi lingkungan desa, sehingga membantu masyarakat, tamu, maupun pendatang dalam menemukan lokasi tertentu dengan lebih mudah.

“Yang paling penting dari kegiatan ini bukan hanya plang yang terpasang, tetapi proses di baliknya. Mahasiswa belajar berkoordinasi, berdiskusi dengan pemerintah desa dan masyarakat, bekerja sama, serta menyelesaikan kebutuhan yang memang ada di lapangan. Inilah esensi KKN bagi saya: mahasiswa belajar menjadi bagian dari masyarakat dan memberikan sesuatu yang dapat ditinggalkan setelah masa pengabdian mereka selesai,” jelasnya.

Ia turut mengapresiasi kerja keras mahasiswa KKN Desa Kesetnana beserta seluruh pihak yang mendukung kegiatan tersebut. Nia berharap langkah kecil ini dapat memberikan manfaat jangka panjang bagi masyarakat setempat.

“Saya berharap mahasiswa terus mempertahankan semangat untuk melihat, mendengar, dan merespons kebutuhan masyarakat. Karena pada akhirnya, keberadaan mahasiswa di desa bukan diukur dari seberapa banyak kegiatan yang dilakukan, tetapi dari seberapa bermakna kontribusi yang mereka tinggalkan,” pungkasnya.

Sebanyak 15 mahasiswa KKN Desa Kesetnana masih akan menjalankan masa pengabdian selama kurang lebih lima belas hari ke depan. Pemasangan plang nama gang ini menjadi langkah awal sekaligus bukti nyata kontribusi mereka bagi masyarakat. Ke depan, mahasiswa diharapkan terus melahirkan gagasan baru serta merealisasikan program kerja yang telah dirancang dengan baik hingga tuntas.

Reporter:Satri Alunat

Exit mobile version