Reporter: Imran Alwi
FAKFAK, PUKANEWS.COM – Pemerintah Kabupaten Fakfak menegaskan komitmennya dalam meningkatkan efektivitas belanja daerah melalui optimalisasi sistem digital SIMONEVA. Hal itu disampaikan Bupati Fakfak, Samaun Dahlan, dalam rapat pleno DPRK Fakfak terkait APBD Perubahan 2025, Senin (29/9/2025).
Bupati menjelaskan, belanja daerah tidak hanya berfokus pada penyerapan anggaran, tetapi juga pada hasil (output) dan dampak (outcome) program pembangunan.
“Setiap rupiah anggaran harus berdampak nyata bagi masyarakat. Karena itu, monitoring dan evaluasi melalui SIMONEVA akan diperkuat,” tegas Samaun.
Selain itu, Bupati menyatakan sependapat dengan usulan Fraksi Gerakan Kebangkitan Nurani Rakyat agar Perda pajak dan retribusi ditinjau kembali. Ia memastikan evaluasi regulasi tersebut akan dilakukan setelah dua tahun berlaku.
Dalam paparannya, Bupati juga menegaskan mandatory spending di sektor pendidikan, sosial, penurunan stunting, dan pelayanan dasar tetap terpenuhi. Hanya sektor pekerjaan umum yang terdampak akibat pemotongan dana transfer pusat.
Sementara itu, meski UU 17/2023 tidak lagi mewajibkan alokasi minimal untuk kesehatan, Pemkab Fakfak memastikan sektor ini tetap menjadi prioritas dengan porsi anggaran di atas 10 persen.
Tak hanya itu, dukungan juga diberikan untuk pengembangan sektor perkebunan, khususnya pala. Pemerintah menyiapkan tambahan dana untuk intensifikasi, pameran, hingga investasi komoditas unggulan tersebut. (*)













