Ogan Ilir, PukaNews.com — Ketua Dewan Pimpinan Daerah (DPD) Lembaga Swadaya Masyarakat (LSM) Gempita (Gerakan Pemuda Peduli Tanah Air) Ogan Ilir, Budi Rizkiyanto, SH, melayangkan kritik pedas terhadap kinerja Pemerintah Desa (Pemdes) Tanjung Laut. Pemdes dianggap gagal merespons aspirasi warga terkait akses jalan yang berujung pada aksi blokade jalan berulang kali.
Kritik Budi Rizkiyanto sejalan dengan seruan Presiden Joko Widodo agar masyarakat lebih aktif menyampaikan kritik dan masukan kepada pemerintah. Presiden menegaskan bahwa partisipasi publik merupakan kunci untuk mewujudkan pelayanan publik yang lebih baik.

“Negara hadir jika mampu menyelenggarakan pelayanan publik yang cepat dan berkeadilan. Untuk itu, diperlukan transformasi sistem dan perubahan pola pikir birokrasi,” ujar Budi Rizkiyanto, mengutip pernyataan Presiden Jokowi.
Aksi blokade jalan yang dilakukan warga Desa Tanjung Laut menjadi sorotan media setelah diberitakan tiga kali oleh mitra Mabes Polri. Aksi ini merupakan buntut dari kekecewaan warga terhadap lambannya respons Pemdes dalam mengatasi masalah akses jalan yang vital bagi aktivitas sehari-hari mereka.
“Aksi warga ini sudah berlangsung bertahun-tahun. Mereka membutuhkan akses jalan ini seumur hidup, bukan hanya sementara. Toleransi tidak bisa diukur dalam waktu seumur hidup,” tegas Budi Rizkiyanto.
LSM Gempita menyoroti potensi bahaya yang ditimbulkan oleh aksi blokade jalan ini. Dalam pemberitaan terakhir, disebutkan bahwa hampir saja ada siswa yang terjatuh karena terseret selang penghalang jalan.
“Ini adalah bukti nyata bahwa aksi blokade jalan ini tidak hanya mengganggu aktivitas warga, tetapi juga membahayakan keselamatan anak-anak,” ungkap Budi Rizkiyanto.
Budi Rizkiyanto menegaskan bahwa kritik yang disampaikan LSM Gempita merupakan bentuk kepedulian terhadap kinerja Pemdes Tanjung Laut.
“Kami sebagai kontrol sosial selama ini mengapresiasi kinerja Pemdes Tanjung Laut. Namun, kritik ini kami sampaikan agar tidak terjadi salah persepsi. Kami berharap Pemdes segera mengambil tindakan untuk menyelesaikan masalah akses jalan ini demi kepentingan warga,” pungkasnya.
Kritik tajam LSM Gempita terhadap kinerja Pemdes Tanjung Laut menjadi peringatan bagi pemerintah desa untuk lebih responsif terhadap aspirasi warga. Aksi blokade jalan yang berulang kali terjadi menunjukkan bahwa ada masalah serius yang perlu segera ditangani. Semoga Pemdes Tanjung Laut segera mengambil langkah konkret untuk menyelesaikan masalah ini demi kesejahteraan dan keselamatan warga.
(WIN)













