Reporter: Imran Alwi
PUKANEWS.COM, FAKFAK – Sesepuh Keluarga Besar Kei di Kabupaten Fakfak, Yanto Hububun, menekankan pentingnya pendataan menyeluruh terhadap seluruh warga Kei yang bermukim di Kabupaten Fakfak. Menurutnya, ketersediaan basis data yang akurat akan menjadi landasan utama bagi Ketua Kerukunan Masyarakat Kei (KMK) dalam menyusun berbagai program pembinaan, pelayanan, dan pemberdayaan masyarakat.
Yanto menilai, keberadaan data yang valid tidak hanya memudahkan organisasi dalam memetakan potensi dan kebutuhan warga, tetapi juga menjadi acuan dalam merancang program yang tepat sasaran serta memberikan manfaat nyata bagi seluruh anggota masyarakat Kei di Fakfak.
Berdasarkan data sementara, jumlah warga Kei yang menetap di Kabupaten Fakfak diperkirakan mencapai sekitar 6.000 jiwa. Namun, angka tersebut masih memerlukan verifikasi melalui pendataan yang lebih komprehensif agar menghasilkan data yang benar-benar akurat dan dapat dipertanggungjawabkan.
Karena itu, ia berharap kepengurusan Kerukunan Masyarakat Kei (KMK) yang baru nantinya dapat menjadikan pendataan warga sebagai salah satu program prioritas organisasi. Dengan adanya database yang lengkap, KMK diharapkan mampu menjalankan berbagai program secara lebih terarah, efektif, dan sesuai dengan kebutuhan masyarakat.
“Data yang akurat merupakan modal penting bagi organisasi dalam menyusun kebijakan dan program kerja. Melalui pendataan yang baik, KMK akan lebih mudah membangun solidaritas, meningkatkan pelayanan kepada warga, sekaligus memperkuat peran organisasi dalam mendukung kemajuan masyarakat Kei di Kabupaten Fakfak,” ujar Yanto Hukubun dalam sambutannya pada kegiatan Musda I Kerukunan Masyarakat Kei (KMK), Sabtu (18/7/2026) lalu.
Ia juga mengajak seluruh warga Kei untuk mendukung proses pendataan tersebut agar menghasilkan informasi yang valid dan menjadi fondasi bagi pengembangan organisasi di masa mendatang. Menurutnya, sinergi antara pengurus dan seluruh masyarakat menjadi kunci dalam mewujudkan KMK yang semakin kuat, tertib administrasi, dan mampu memberikan kontribusi positif bagi pembangunan daerah. (*)
