Kemajuan RSUD Fakfak Dapat Apresiasi, Direktur Farid Fauzan Diundang Kemenkes RI

Ket foto ; Direktur RSUD Fakfak, Farid Fauzan Mahubessy, S.Kep., M.A.R.S

Reporter: Imran Alwi. Fuad

PukaNews.com, FAKFAK, PAPUA BARAT – Kemajuan layanan kesehatan yang ditunjukkan Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) Fakfak mendapat perhatian di tingkat nasional. Direktur RSUD Fakfak, Farid Fauzan Mahubessy, S.Kep., M.A.R.S., menerima undangan dari Kementerian Kesehatan (Kemenkes) RI untuk menghadiri sebuah talkshow nasional di Jakarta.

Undangan tersebut menjadi bentuk apresiasi atas berbagai capaian RSUD Fakfak dalam meningkatkan kualitas pelayanan kesehatan, khususnya pada sektor kesehatan ibu dan anak (KIA), serta penguatan berbagai program kesehatan daerah yang terus berkembang.

Farid menyampaikan, pencapaian tersebut bukanlah hasil kerja individu, melainkan buah dari kolaborasi seluruh tenaga kesehatan dan dukungan pemerintah daerah.

“Ini merupakan apresiasi atas kerja keras seluruh tim RSUD Fakfak dan dukungan Pemerintah Kabupaten Fakfak. Saya hanya mewakili tenaga kesehatan yang setiap hari bekerja melayani masyarakat,” kata Farid saat dikonfirmasi, Senin (25/5/2026).

Menurutnya, kesempatan tersebut akan dimanfaatkan untuk memperkenalkan perkembangan pelayanan kesehatan di Kabupaten Fakfak sekaligus menyampaikan berbagai tantangan yang masih dihadapi daerah dalam meningkatkan akses dan kualitas layanan kesehatan.

“Kami ingin menunjukkan bahwa layanan kesehatan di Fakfak terus bergerak maju meskipun masih menghadapi tantangan geografis dan keterbatasan sarana pendukung,” ujarnya.

Tidak hanya itu, RSUD Fakfak juga mendapat undangan dari Direktorat Mutu Sumber Daya Manusia (SDM) Kementerian Kesehatan RI untuk mengikuti sosialisasi persiapan akselerasi akreditasi lembaga pelatihan bidang kesehatan.

Kegiatan tersebut merupakan tindak lanjut dari Lokakarya Penajaman Desain Program Penguatan Pelayanan Kesehatan Ibu dan Anak yang digelar di Jayapura pada 19–20 Mei 2026.

Melalui program tersebut, pemerintah menargetkan pembentukan Learning Center dan mini skill lab di tujuh kabupaten/kota terpilih di wilayah Tanah Papua, termasuk Kabupaten Fakfak.

Farid menjelaskan program itu menjadi langkah strategis untuk memperkuat peran RSUD Fakfak, tidak hanya sebagai pusat pelayanan kesehatan masyarakat, tetapi juga sebagai pusat pengembangan kompetensi dan pelatihan tenaga kesehatan yang terakreditasi.

“Penguatan kelembagaan pelatihan di internal RSUD Fakfak dilakukan untuk mendukung program nasional, termasuk penurunan angka kematian ibu dan anak serta penguatan layanan Kanker, Jantung, Stroke, dan Uronefrologi (KJSU),” jelasnya.

Program tersebut juga sejalan dengan amanat Undang-Undang Nomor 17 Tahun 2023 tentang Kesehatan yang menekankan pentingnya peningkatan mutu tenaga medis dan tenaga kesehatan melalui pelatihan yang berkelanjutan.

Berbagai dukungan dan penguatan program tersebut diharapkan mampu mendorong RSUD Fakfak terus berkembang, baik dari sisi peningkatan kualitas pelayanan, penguatan sumber daya manusia, maupun pengembangan fasilitas kesehatan bagi masyarakat di daerah. (*)

Exit mobile version