PukaNews.com, Tulung Selapan, OKI — Kebakaran hutan dan lahan (Karhutla) kembali mengancam wilayah Kabupaten Ogan Komering Ilir (OKI). Kali ini, kobaran api terdeteksi di Desa SP3 Sakti, Kecamatan Tulung Selapan, Minggu (27/9/2026).
Hotspot yang terdeteksi langsung ditindaklanjuti Koramil 402-11/Tulung Selapan Kodim 0402/OKI bersama tim gabungan. Petugas melakukan groundcheck untuk memastikan keberadaan titik api sekaligus mencegah kebakaran meluas.
Tim tiba di lokasi sekitar pukul 14.00 WIB dan melakukan verifikasi pada koordinat 3°04’06,7″ LS dan 105°37’58,8″ BT. Hasil pengecekan menemukan titik api pada area sekitar 5 hektare, dengan luasan lahan yang telah terbakar diperkirakan mencapai 1,5 hektare.
Lokasi kebakaran berada di area lahan desa dan kawasan PT SBA.
Begitu titik api ditemukan, tim gabungan langsung bergerak melakukan pemadaman darat. Upaya tersebut dilanjutkan dengan pendinginan untuk memastikan bara dan titik panas tidak kembali memicu kebakaran.
Kekuatan personel yang dikerahkan cukup besar. RPK PT SBA menurunkan 15 personel, TNI sebanyak 2 personel, serta 3 personel Masyarakat Peduli Api (MPA). Lima unit pompa air turut digunakan untuk mendukung pemadaman.
Danramil 402-11/Tulung Selapan Kapten Arm Murod mengatakan tindakan cepat dilakukan setelah adanya informasi mengenai hotspot.
“Begitu mendapatkan informasi adanya hotspot, kami langsung melakukan pengecekan ke lapangan bersama tim gabungan. Setelah titik api ditemukan, personel segera melaksanakan pemadaman dan pendinginan agar api tidak meluas,” ujar Kapten Arm Murod.
Menurutnya, kondisi setelah api dipadamkan tetap menjadi perhatian. Pasalnya, lokasi masih mengeluarkan asap tebal sehingga pendinginan dan pemantauan terus dilakukan untuk mengantisipasi munculnya kembali titik api.
Sekitar pukul 15.00 WIB, api berhasil dipadamkan. Namun, tim tidak langsung meninggalkan lokasi dan tetap melakukan penyisiran terhadap area yang terbakar.
Kapten Arm Murod juga menegaskan pentingnya peran masyarakat dalam mencegah Karhutla, terutama dengan tidak menggunakan api untuk membuka maupun membersihkan lahan.
“Kami mengimbau masyarakat agar tidak membuka maupun membersihkan lahan dengan cara membakar. Apabila melihat adanya titik api atau asap, segera laporkan kepada aparat terdekat sehingga dapat ditangani dengan cepat,” tegasnya.
Hingga penanganan dilakukan, penyebab kebakaran belum diketahui. Kondisi cuaca saat kejadian dilaporkan cerah, sedangkan sumber air yang digunakan untuk pemadaman berasal dari kanal di sekitar lokasi.
Tak hanya memadamkan api, tim gabungan juga melakukan patroli darat, verifikasi hotspot, monitoring kawasan rawan, serta sosialisasi pencegahan Karhutla kepada masyarakat.
Dengan kondisi lahan yang masih berpotensi terbakar kembali, Koramil 402-11/Tulung Selapan bersama unsur terkait terus meningkatkan kesiapsiagaan personel dan peralatan untuk mengantisipasi munculnya titik api baru di wilayah Kecamatan Tulung Selapan.
Red
