Berita  

Kabut Asap Jadi Perhatian, BMP RI Fakfak dan Puskesmas Karas Gelar Pengobatan Gratis di Kampung Antalisa

Reporter: Imran Alwi

PUKANEWS.COM, FAKFAK — Di tengah cuaca panas dan kabut asap akibat kebakaran hutan dan lahan (karhutla) yang melanda sejumlah wilayah Kabupaten Fakfak, Papua Barat, layanan kesehatan bagi masyarakat terus diperkuat.

Barisan Merah Putih Republik Indonesia (BMP RI) Kabupaten Fakfak bersama Puskesmas Karas menggelar bakti sosial berupa pelayanan kesehatan dan pengobatan gratis bagi warga Kampung Antalisa, Distrik Karas, Rabu (30/9/2026) kemarin.

Kegiatan yang digelar dalam rangka memperingati Hari Kesaktian Pancasila 2026 tersebut mengusung tema “Masyarakat Sehat, Generasi Cerdas, Daerah Maju Menuju Fakfak Membara.”

Pelayanan kesehatan itu melibatkan jajaran Puskesmas Karas, Babinsa 1803-04/Karas Irianto Patur, Kapolsek Karas Ipda Akbar Amir Fandi, Sekretaris Kampung Antalisa Ruslan Somartono, Kepala SD Negeri Antalisa, tokoh adat, serta masyarakat setempat.

Ketua BMP RI Kabupaten Fakfak, Safi Yarkuran, mengatakan kegiatan tersebut merupakan bentuk kepedulian terhadap masyarakat, terutama warga yang memiliki keterbatasan akses menuju fasilitas kesehatan.

Menurut Safi, kondisi kabut asap yang terjadi di sejumlah wilayah Fakfak membuat pemeriksaan kesehatan dan edukasi kepada masyarakat menjadi semakin penting.

“Fakfak hari ini sedang menghadapi masalah kabut asap. Karena itu, kesehatan harus diperiksa dengan baik agar kita semua tetap sehat dan tidak mengalami gangguan kesehatan,” kata Safi.

Ia mengingatkan paparan asap dapat berdampak terhadap kesehatan, terutama bagi kelompok rentan seperti anak-anak, lanjut usia, serta masyarakat dengan kondisi kesehatan tertentu.

Safi mengatakan pelayanan kesehatan tersebut diharapkan tidak hanya membantu masyarakat mendapatkan pengobatan, tetapi juga meningkatkan kesadaran warga mengenai pentingnya menjaga kesehatan di tengah cuaca panas dan kabut asap.

“Warga mau ke Puskesmas juga cukup jauh. Karena itu, pengobatan gratis yang dilakukan BMP RI bersama Puskesmas Karas ini menjadi salah satu solusi untuk mencegah masyarakat mengalami kesakitan dan gangguan kesehatan,” ujarnya.

Ia menegaskan kesehatan merupakan modal penting bagi masyarakat untuk menjalankan aktivitas sehari-hari.

“Biar kita punya uang banyak, tetapi kalau kesehatan kita tidak baik, semuanya sia-sia. Jadi mari sama-sama menjaga kesehatan, karena kesehatan itu mahal,” katanya.

Tokoh adat Kampung Antalisa, Mansyur Yore, mengapresiasi pelayanan kesehatan gratis yang diberikan BMP RI bersama Puskesmas Karas.

Menurut Mansyur, kehadiran tenaga kesehatan secara langsung di kampung sangat membantu masyarakat karena warga tidak harus menempuh perjalanan jauh untuk mendapatkan pemeriksaan medis.

“Kegiatan ini sangat berarti dan penting bagi masyarakat kami. Masyarakat wajib sehat sehingga aktivitas sehari-hari dapat berjalan dengan lancar,” ujarnya.

Sementara itu, Kepala Puskesmas Karas, Ismail Yarkuran, mengatakan pelayanan kesehatan perlu terus didekatkan kepada masyarakat, khususnya warga yang tinggal di wilayah dengan keterbatasan akses terhadap fasilitas medis.

“Kami berterima kasih karena kegiatan ini sudah dilakukan oleh rekan-rekan BMP RI Fakfak bersama Puskesmas Karas. Kesehatan ini sangat mahal, Bapak dan Ibu, jadi mari kita sama-sama menjaga kesehatan,” katanya.

Ismail mengimbau masyarakat yang mengalami gangguan kesehatan agar segera mendatangi Puskesmas Karas. Jika membutuhkan penanganan lebih lanjut, pasien akan dirujuk ke RSUD Fakfak.

“Bagi masyarakat yang sakit, silakan datang ke Puskesmas Karas. Kalau tidak bisa kami tangani, baru kita rujuk ke RSUD,” ujarnya.

Menghadapi cuaca panas dan kabut asap, masyarakat juga diminta meningkatkan kewaspadaan, antara lain dengan menggunakan masker dan membatasi aktivitas di luar rumah apabila tidak mendesak.

“Cuaca saat ini panas dan asap kabut juga bisa membuat kita sakit. Jadi Bapak dan Ibu kalau beraktivitas jangan lupa menggunakan masker dan tetap menjaga kesehatan,” katanya.

Sementara itu di tempat yang sama sekretaris Kampung Antalisa, Ruslan Somartono, yang mewakili kepala kampung, mengatakan kesehatan merupakan anugerah yang harus dijaga bersama.

Menurut Ruslan, kehadiran layanan kesehatan gratis tersebut sangat membantu masyarakat, terutama warga yang harus menempuh jarak cukup jauh untuk memperoleh pelayanan medis.

“Kegiatan ini sangat penting bagi kita semua. Mari sama-sama menjaga kesehatan agar aktivitas kita tetap lancar,” katanya.

Ia juga mengingatkan masyarakat agar tetap waspada terhadap dampak kabut asap akibat karhutla dengan menggunakan masker, terutama ketika harus beraktivitas di luar rumah.

Ruslan berharap kegiatan sosial dan pelayanan kesehatan serupa dapat dilakukan secara berkelanjutan sehingga masyarakat yang berada jauh dari pusat pelayanan kesehatan tetap mendapatkan perhatian.

Pelayanan kesehatan di Kampung Antalisa menjadi bentuk kolaborasi antara organisasi masyarakat dan fasilitas kesehatan dalam mendekatkan pelayanan kepada warga.

Di tengah cuaca panas dan kabut asap, upaya menjaga kesehatan masyarakat tidak hanya dilakukan melalui pengobatan, tetapi juga pencegahan dan edukasi.

Masyarakat yang sehat menjadi salah satu fondasi penting bagi keluarga, generasi muda, dan keberlanjutan pembangunan daerah. (*)

Exit mobile version