Kabupaten Fakfak Perkuat Komitmen Eliminasi HIV 2030 pada Peringatan Hari AIDS Sedunia

Mohammadonn Daeng Husein, Ketua Panitia Hari AIDS Sedunia Kabupaten Fakfak 2025, menyampaikan kesiapan panitia menjelang puncak peringatan. (FOTO: IMRAN ALWI.FUAD)

Reporter: Imran Alwi. Fuad

FAKFAK, PAPUA BARAT, PUKANEWS.COM Peringatan Hari AIDS Sedunia tingkat Kabupaten Fakfak 2025 berlangsung dalam suasana kebersamaan dan solidaritas di Ruang Terbuka Hijau (RTH) Ma’ruf Amin, Senin (1/12/2025) sore kemarin. Kegiatan ini menjadi momentum penting untuk mempertegas komitmen bersama dalam mempercepat target eliminasi HIV/AIDS pada 2030.

Acara tersebut diselenggarakan oleh panitia gabungan yang melibatkan unsur masyarakat, organisasi keagamaan, Gabungan Organisasi Wanita (GOW), serta Dinas Kesehatan Kabupaten Fakfak. Kolaborasi lintas sektor ini menunjukkan kepedulian bersama terhadap meningkatnya tantangan penanggulangan HIV/AIDS di daerah tersebut.

Ketua Panitia, Mohamadon Daeng Husein, menegaskan bahwa pelibatan berbagai elemen masyarakat merupakan langkah strategis untuk memperkuat sinergi dalam pencegahan dan penanganan HIV/AIDS.

“Peringatan tahun ini menjadi momentum untuk meneguhkan komitmen semua pihak dalam memberikan edukasi, layanan, serta dukungan bagi upaya eliminasi HIV/AIDS di Fakfak,” ujar Mohamadon dalam laporannya.

Ia menjelaskan, panitia Peringatan Hari AIDS Sedunia 2025 dibentuk berdasarkan hasil rapat koordinasi yang digelar pada 14 November 2025. Kegiatan ini memiliki tiga tujuan utama, yakni memperkuat sinergi lintas sektor untuk percepatan eliminasi HIV 2030, menggerakkan partisipasi masyarakat dalam menghapus stigma dan diskriminasi terhadap orang dengan HIV/AIDS (ODHA), serta meningkatkan dukungan pemangku kepentingan terhadap layanan HIV yang berkelanjutan.

“Tanpa dukungan semua sektor, target eliminasi HIV 2030 akan sangat sulit dicapai,” tegasnya.

Tahun ini, peringatan mengusung tema “Bersama Hadapi Perubahan, Jaga Keberlanjutan Layanan HIV.” Tema tersebut menjadi seruan bersama untuk memperkuat ketahanan sistem kesehatan, sekaligus memastikan layanan HIV di Fakfak tetap adaptif, inklusif, dan bermartabat.

“Kami ingin memastikan akses layanan HIV tetap adil, setara, dan bebas dari hambatan stigma,” tambah Mohamadon.

Pada rangkaian acara puncak, panitia juga menghadirkan layanan skrining HIV gratis yang didukung oleh tenaga kesehatan setempat. Selain itu, sebelum peringatan resmi digelar, tim terpadu telah melaksanakan kegiatan sosialisasi dan edukasi di sejumlah kampus di Fakfak untuk menjangkau kalangan generasi muda.

“Kami turun langsung ke kampus-kampus agar edukasi sampai ke kelompok yang paling rentan, terutama generasi muda sebagai garda terdepan perubahan,” jelasnya.

Melalui peringatan ini, Pemerintah Kabupaten Fakfak bersama seluruh elemen masyarakat menegaskan komitmennya untuk terus bergerak bersama dalam menciptakan lingkungan yang lebih sehat, inklusif, dan bebas stigma demi terwujudnya eliminasi HIV pada 2030.

Exit mobile version