Pukanews.com, OKI – Teka-teki mengenai video viral yang menarasikan adanya dugaan penimbunan Bahan Bakar Minyak (BBM) jenis Solar di sebuah sekolah dasar di Kecamatan Pedamaran, Kabupaten Ogan Komering Ilir (OKI), akhirnya terjawab.
Informasi tersebut dipastikan hanya salah kaprah. Kepastian ini didapat setelah petugas gabungan dari Koramil Pedamaran, Polsek Pedamaran, Camat, hingga Kepala Desa setempat melakukan pengecekan langsung ke lokasi, Rabu (28/1/2026).
Setelah ditelusuri, tumpukan jeriken berisi solar tersebut bukanlah hasil penimbunan ilegal, melainkan stok bahan bakar untuk operasional proyek cetak sawah di Desa Pedamaran V dan Desa Cintajaya.
Kepala Desa Pedamaran II, Azwar Anas, menjelaskan alasan mengapa BBM tersebut bisa berada di pelataran SDN 4 Filial Pedamaran. Menurutnya, hal itu terpaksa dilakukan karena kondisi alam yang tidak mendukung.
“Sebelumnya BBM itu diletakkan di dekat pintu air Desa Cintajaya. Namun karena arus air sedang pasang (banjir), tidak ada tempat kering untuk menyimpan jeriken-jeriken tersebut. Akhirnya pelaksana proyek memindahkannya ke pelataran sekolah sejak Desember 2025 lalu,” ungkap Azwar Anas.
Kondisi geografis yang sedang terendam air pasang membuat pihak pelaksana tidak memiliki pilihan lain selain mencari tempat yang lebih tinggi agar stok bahan bakar alat berat tidak rusak atau hanyut.
Tak hanya menitipkan BBM, pihak pengelola proyek cetak sawah ternyata juga sudah berkoordinasi dengan pihak sekolah terkait tempat tinggal para operator alat berat.
Sejak Oktober 2025, para petugas operator menempati satu ruangan kelas untuk dijadikan tempat tinggal sementara hingga proyek selesai. Langkah ini diambil agar mereka bisa terus mengawasi 12 unit alat berat yang dikerahkan untuk membuka ratusan hektar lahan persawahan baru tersebut.
“Mereka sudah meminta izin secara resmi sejak jauh hari,” tambahnya.
Menanggapi kegaduhan yang sempat terjadi di media sosial, pihak pengelola kini telah memindahkan seluruh jeriken solar tersebut dari lingkungan SDN 4 Filial Pedamaran.
Pemindahan ini dilakukan agar aktivitas belajar mengajar di sekolah tetap berjalan kondusif dan tidak terganggu oleh keberadaan logistik proyek.
“Untuk saat ini hingga kedepannya, semua BBM sudah dipindahkan dari pelataran sekolah. Kami mengimbau masyarakat agar tidak mudah terprovokasi oleh informasi yang belum tentu kebenarannya sebelum ada kroscek di lapangan,” tegas Azwar Anas.
Red
