banner Pemkab Muba

Berita  

Gubernur Herman Deru Turun ke Lokasi Karhutla PALI, Desak Swasta dan BUMN Terlibat

Teks foto/zeet

TINJAU KARHUTLA – Gubernur Sumsel H Herman Deru didampingi Asisten I Pemprov Sumsel H Apriyadi kiri, dan Sekda PALI Kartika Yanti kanan, akan membantu pemadaman melalui water bombing.

Pukanews.com, Pali – Gubernur Sumatera Selatan H Herman Deru tidak hanya memantau dari Palembang. Hari ini, Rabu (21/10/2026), turun langsung ke lokasi Kebakaran Hutan dan Lahan (Karhutla) di Kabupaten Penukal Abab Lematang Ilir (PALI) yang menyebabkan Indeks Standar Pencemaran Udara (ISPU) Berbahaya.

Deru didampingi Asisten I Pemprov Sumsel Apriyadi turun dari helikopter di bandara airport Handayani PALI, disambut oleh Sekda PALI Kartika Yanti, Kepala Tim Karhutla Ahmad Hidayat, Kapolres AKBP Januar Kencana Setia Persada, Kapten CZI Sujarwo, serta rombongan Karhutla.

Cuaca di lokasi terlihat masih berkabut putih keabuan, sesuai dengan kondisi ISPU yang masih fluktuatif meski hari ini Selasa-Rabu (20-21/10/2026) dilaporkan menipis, hingga sore langit berubah tampak kelihatan warna biru.

Dalam pernyataannya di lokasi, Gubernur Herman Deru menegaskan, swasta maupun tentunya BUMN diminta untuk terlibat secara langsung dalam penanganan ini dan yang sudah seperti dilaksanakan Pertamina di Pendopo ini terus ditingkatkan lagi dan peralatan karena keterbatasan milik Pemkab agar dibantu juga.

Gubernur juga menyampaikan apresiasi, kepada pihak Pertamina yang telah sigap membantu dan turun langsung menggempur api yang membakar lahan gambut di wilayah Bumi Serepat Serasan.

“Tapi bukan berarti yang sebelumnya kita tidak berterima kasih, kita berterima kasih banyak juga sudah berbuat dan kepada kesatgasan di sini saya juga ucapkan atas respon-responnya,” ujarnya.

Selain itu, kita juga meminta bantuan dari Danlanud dan Pangdam II Sriwijaya untuk backup alat berat dan water bombing. Karena PALI ini tidak begitu banyak lokasi kebakaran tetapi ISPU mengeluarkan level berbahaya.

“Danlanud sudah hubungi dan kita arahkan untuk membantu wilayah PALI di wilayah Kecamatan Penukal yang titik api tepatnya dilahan gambut,” tutur Herman Deru.

Wilayah PALI ini kita heran, bisa mengeluarkan ISPU berbahaya padahal tidak begitu parah kebakaran lahannya. Yang menjadi pertanyaan titik angin terlalu kencang mengarah ke Pendopo hingga menimbulkan level ISPU Berbahaya.

Sementara itu, Sekda PALI Kartika Yanti melalui Ketua Tim Karhutla Ahmad Hidayat, berterimakasih kepada Gubernur Sumsel yang telah memantau dan melihat kekurangan alat kesiapan untuk memadamkan api.

Kendati demikian, Tim Karhutla PALI, terus berbuat dan bergerak cepat melakukan tindakan pemadaman dan imbauan kepada masyarakat PALI untuk tidak melakukan pembakaran hutan dan lahan secara sengaja.

“Untuk sekarang titik hotspot sudah turun, namun titik rawan api masih berada di Kecamatan Penukal yang sulit dipadamkan karena jangkauan lahan sulit dijangkau dengan kendaraan mobil,” kata Ahmad Hidayat yang juga sebagai Kepala BPBD PALI. (zeet)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *