banner Pemkab Muba

TNI  

Gerak Cepat, TNI dan Tim Gabungan Padamkan Karhutla di Tulung Selapan, 7 Hektare Lahan Terbakar

PUKANEWS.COM, OGAN KOMERING ILIR – Personel TNI bersama tim gabungan bergerak cepat melakukan pengecekan lapangan (groundcheck) titik panas (hotspot) sekaligus pemadaman kebakaran hutan dan lahan (karhutla) di Desa Pulu Beruang, Kecamatan Tulung Selapan, Kabupaten Ogan Komering Ilir (OKI), Sabtu (17/10/2026).

Kegiatan yang dimulai sekitar pukul 10.00 WIB tersebut dilakukan untuk memastikan kondisi titik panas sekaligus mengantisipasi meluasnya kebakaran. Hasil pengecekan di lapangan menunjukkan adanya titik api di lahan milik desa di wilayah Kecamatan Tulung Selapan.

Dari hasil pendataan sementara, luas area lahan yang menjadi lokasi kebakaran diperkirakan mencapai 10 hektare, dengan sekitar 7 hektare di antaranya telah terbakar. Hingga saat ini, penyebab kebakaran masih belum diketahui.

Kondisi cuaca di lokasi terpantau cerah. Area yang terbakar merupakan lahan bertanah mineral, sedangkan sumber air untuk mendukung proses pemadaman berasal dari kanal di sekitar lokasi.

Dalam upaya penanganan, personel TNI bersinergi dengan Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten OKI, Regu Pemadam Kebakaran (RPK) PT Samora sebanyak 15 orang, serta Manggala Agni sebanyak 10 orang.

Tim gabungan mengerahkan dua unit mobil tangki air, satu unit sarana water bombing, dan empat unit pompa air untuk mempercepat proses pemadaman.

Meski upaya pemadaman terus dilakukan, api hingga berita ini diterbitkan belum berhasil dipadamkan sepenuhnya. Asap tebal masih terlihat di lokasi sehingga personel gabungan terus berupaya mengendalikan api agar tidak merambat ke area lainnya.

Danramil 402-11/Tulung Selapan, Kapten Arm Murod, mengatakan bahwa pihaknya terus berkoordinasi dan bersinergi dengan instansi terkait serta unsur masyarakat untuk menangani kebakaran tersebut.

“Kami bersama tim gabungan terus berupaya melakukan pemadaman dan pemantauan di lokasi kebakaran agar api tidak semakin meluas. Mengingat kondisi di lapangan masih terdapat api dan asap tebal, diperlukan kerja sama serta kesiapsiagaan seluruh personel dalam penanganan karhutla,” ujar Kapten Arm Murod.

Ia juga mengimbau masyarakat agar tidak membuka lahan dengan cara membakar. Warga diminta segera melaporkan kepada aparat setempat apabila menemukan titik api atau indikasi kebakaran hutan dan lahan.

“Pencegahan karhutla merupakan tanggung jawab kita bersama. Kami mengajak seluruh masyarakat untuk meningkatkan kepedulian terhadap lingkungan dan bersama-sama mencegah terjadinya kebakaran hutan dan lahan,” tambahnya.

Selain melakukan pemadaman, personel gabungan juga melaksanakan patroli darat di wilayah rawan karhutla, memverifikasi titik panas, memantau perkembangan kondisi di lokasi, serta menyosialisasikan pentingnya pencegahan kebakaran kepada masyarakat.

Kesiapsiagaan personel dan peralatan pemadaman turut ditingkatkan untuk mengantisipasi kemungkinan meluasnya kebakaran, terutama selama api masih belum sepenuhnya terkendali.

Upaya ini menjadi bentuk sinergi TNI, instansi terkait, dan unsur masyarakat dalam menghadapi ancaman karhutla di Kabupaten OKI. Penanganan secara terpadu diharapkan dapat segera mengendalikan kebakaran, mencegah meluasnya area terdampak, serta meminimalkan risiko terhadap keselamatan masyarakat dan kelestarian lingkungan.

Artini

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *